Warga Nabire Keluhkan Harga Minyak Goreng

Ilustrasi
Ilustrasi

NABIRE | Setelah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, terlihat semua harga terus ikut arus lantaran disebabkan karena efek pendemi Covid-19 dan tingginya harga CPO global.

Oleh sebab itu, pemerintah mengambil kebijakan revisi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dikabarkan melonjak naik di tanah air pada beberapa waktu lalu.

Seperti sebelumnya harga minyak goreng kemasan bermerek sempat merangkak ke angka Rp24 ribu perliter.

Pntauan media ini, harga minyak goreng kemasan di Kabupaten Nabire masih dijual Rp15 ribu perliter di pasar Karang Tumaritis, Pasar Kali Bobo, dan Pasar Oyehe.

“Harga minyak goreng paling mahal sekali di pasar. Bimoli kecil saja Rp15.000. Apalagi, harga bensin paling mahal lagi,” ujar mama Marta kepada jurnalis media ini, Rabu (2/11/2022).

Bukan hanya harga minyak goreng, kata dia, termasuk harga daging, ikan dan ayam.

“Kami konsumen sangat kecewa dengan penjual ini. Karena soal harga minyak goreng pemerintah turunkan tapi harga di pasar beda,” akunya.

Untuk itu, Marta meminta Pemkab Nabire harus turun lapangan untuk memastikan dan menentukan harga barang, khususnya harga minyak goreng kemasan sesuai dengan kebijakan pemerintah. Sebab, sangat penting untuk keterlibatan pemerintah kabupate

“Penjual di pasar kalau kita jelaskan mereka tidak mau dengarkan kami, bahkan harga barang tidak bisa dikurangi. Bahkan pula penjual biasa sampaikan harga BBM naik, ” pungkas Marta.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Christian Degei
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.