Warga Sebut Korban Tewas Ditembak Oknum Aparat di Dogiyai Bukan Pelaku Pemalangan Jalan

Pihak Kepolisian di Dogiyai merespon ke lokasi kejadian aksi pemalangan truk oleh sekelompok warga. Terdapat seorang korban yang diduga tewas akibat tertembak. (Foto: Ist)
Pihak Kepolisian di Dogiyai merespon ke lokasi kejadian aksi pemalangan truk oleh sekelompok warga. Terdapat seorang korban yang diduga tewas akibat tertembak. (Foto: Ist)

NABIRE | Yance Komoo, seorang warga yang berada di lokasi pemalangan di Kampung Gopouha, Distrik Bomomani, Dogiyai, Papua Tengah, membantah bila Yulianus Tebai (30) korban tewas ditembak oknum aparat merupakan pelaku pemalangan jalan.

Yance membenarkan jika terjadi pemalang jalan yang dilakukan sekelompok anak muda.

Pemalang jalan dilakukan karena beberapa waktu lalu ada kendaraan yang menabrak seekor anjing.

Pemalangan jalan berlangsung hingga Sabtu (21/3/2023).

“Awalnya mobil lintas menabrak seekor anjing beberapa waktu lalu di Kampung Gopouha, kemudian sekelompok anak muda di kampung itu melakukan pemamalang jalan hingga tadi sore, dan ini masalah lain,” kata Yance kepada seputarpapua.com via sambungan telepon seluler.

Yance menambahkan, kendaraan truk berwana biru dengan nomor polisi DD 4745 XX kemudian berhenti di depan sekelompok anak muda yang melakukan pemalangan jalan.

Saat itu, korban Yulianus Tebai yang membonceng saudarinya menggunakan sepeda motor melaju ke arah Nabire, dan tiba-tiba berhenti di belakang truk.

Disaat itu, tiba-tiba oknum aparat yang berada di dalam truk melepaskan tembakan ke arah Yulianus Tebai.

“Korban bukan pelaku pemalang atau pun pemabuk di jalan, tetapi dia dengan saudarinya turun ke Nabire, tetapi mereka pikir apa lalu langsung tembak Yulianus Tebai yang tidak bersalah itu,” katanya.

Menurut Yance, selain Yulianus Tebai, terdapat korban lain mengalami luka tembak, dan kini menjalani perawatan di rumah pribadi korban.

Bahkan, Yance dan warga lainnya juga telah mengamankan beberapa selongsong peluru.

“Kami minta Kepolisian jujur atas tindakannya, dan pelaku harus diadili secara hormat agar kami korban terasa puas,” ujar Yance.

Yance menambahkan, pasca penembakan tersebut, warga meluapkan amarah dengan membakar truk.

“Masyarakat juga membakar beberapa unit kios yang ada di Bonomani,” pungkas Yance.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah tewas diduga ditembak oknum aparat, Sabtu (21/1/2023).

Peristiwa ini terjadi di Kampung Gopouya, Distrik Mapia.

Kapolres Dogiyai Kompol Samuel Tatiratu yang dikonfirmasi dari Mimika menerangkan, kejadian ini diketahui setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya sejumlah truk pengangkut material yang dipalang dan dirusak oleh sekelompok warga.

Di mana saat kejadian pemalangan oleh sekelompok warga yang diduga dalam pengaruh minuman beralkohol atau mabuk itu, terdengar suara tembakan dari salah satu truk.

Tembakan itu diduga menyebabkan seorang warga dalam kelompok itu tewas dengan luka bolong yang diduga akibat tertembak pada bagian dada. Korban diketahui bernama Yulianus Tebai (30).

Sementara itu, ada juga seorang pengemudi truk yang menjadi korban dianiaya sekelompok warga. Mengalami luka tusuk alat tajam pada bagian ketiak. Kini yang bersangkutan dievakuasi ke Nabire untuk mendapat penanganan medis.

“Jadi bukan karena kasus laka, ada sekelompok pemuda yang mabuk kemudian palang kendaraan truk, dan truk itu ternyata ada yang buang tembakan lalu ada korban,” terang Kapolres yang dihubungi awak media ini, Sabtu sore.

Tidak hanya itu, terdapat lagi seorang korban yang mengalami patah kaki. Namun Kapolres menegaskan bahwa, orang tersebut mengalami kecelakaan tunggal bersama sepeda motor yang ia kemudikan sendiri.

“Itu bukan karena luka tembak, itu dia jatuh dengan motor, patah kakinya sendiri tuh. Kan ada dua korban itu, satu yang bolong dadanya yang di indikasikan kena tembak, satu yang patah kakinya karena jatuh dengan motor,” tegasnya.

Terkait dengan oknum aparat yang melepas tembakan, Kapolres mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah diamankan. Selanjutnya akan dilakukan penyelidikan.

“Yang pasti dari oknum (aparat) kita sudah amankan untuk lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Terkait dengan aksi pembakaran truk maupun pasar imbas dari kejadian ini, Kapolres belum bisa memastikan lantaran pihaknya masih bersama Bupati setempat berkoordinasi untuk mengambil langkah atau kejadian ini.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Christian Degei
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.