Warga Tembagapura “Ngamuk” di Terminal Freeport Gorong-Gorong

KOORDINASI | Aparat kepolisian berkoordinasi dengan warga yang mendatangi terminal bus Freeport di area Gorong-Gorong, Mimika, Papua. (Foto: Saldi/Seputarpapua)
KOORDINASI | Aparat kepolisian berkoordinasi dengan warga yang mendatangi terminal bus Freeport di area Gorong-Gorong, Mimika, Papua. (Foto: Saldi/Seputarpapua)

TIMIKA | Ratusan warga Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, mengamuk di terminal bus milik PT Freeport Indonesia yang berada di area Gorong-Gorong, Timika, Selasa (21/12/2021).

Warga mengamuk sembari melakukan aksi pelemparan batu ke arah terminal bus dan meminta manajemen Freeport memfasilitasi mereka dengan bus untuk pulang ke kampung di Tembagapura.

Rata-rata warga yang ingin naik ke Tembagapura merupakan warga mulai dari Kampung Kimbeli, Waa-Banti hingga Opitawak.

Mereka pun bahkan mengancam jika manajemen Freeport tidak memfasilitasi mereka, maka mereka akan memalang terminal bus untuk menghentikan aktivitas tranportasi perusahaan baik yang naik ke Tembagapura maupun turun ke Timika.

Di mana, aksi ini diketahui sudah terjadi sejak beberapa hari yang lalu di terminal Gorong-Gorong.

Kabag Ops Polres Mimika, AKP Dionisius VDP Helan yang temui di lokasi kejadian mengatakan, dari sekitar 200an warga yang melakukan aksi hari ini, rata-rata merupakan warga dari beberapa kampung di Tembagapura yang berada di kota Timika dan sekitarnya.

Di mana menjalang hari raya Natal 2021, warga tersebut ingin merayakannya di kampung halaman, sehingga mereka pun meminta Freeport untuk memfasilitasi bus.

Bahkan, mereka telah menyurat ke pihak manajemen sejak satu bulan lalu terkait permintaan ini.

“Tentu manajemen Freeport punya aturan-aturan tersendiri, SOP sendiri, sehingga perlu ada komunikasi,” kata Kabag Ops.

Kepolisian yang turun dilokasi kejadian berupaya menenangkan warga, kemudian berkoordinasi dengan warga yang di tuakan dari masing-masing kampung dan meminta untuk bersabar.

Selanjutnya Kepolisian juga berkoordinasi dengan manajemen terkait hal ini.

“Kita memfasilitasi antara masyarakat dengan manajemen, sehingga hal-hal yang kita tidak inginkan dapat dicegah,” katanya.

Hingga siang ini ratusan warga Tembagapura masih menunggu di terminal Gorong-Gorong, sembari menunggu pihak manajemen menyiapkan bus buat mereka naik ke Tembagapura.

Aparat Kepolisian pun masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi jika tuntutan warga belum bisa terpenuhi.

reporter : Saldi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.