Warga Timika Padati Pasar Murah Jelang Lebaran

Warga memadati stand pasar murah di halaman Gedung Eme Neme Yauware. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
Warga memadati stand pasar murah di halaman Gedung Eme Neme Yauware. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Warga Kota Timika, Papua memadati pasar murah yang dilaksanakan Pemkab Mimika jelang hari raya Idul fitri 1433 hijriah di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Sabtu (23/4/2022).

Pasar murah ini dilakukan untuk membantu pemulihan perekonomian masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perindustrian dan Persagangan Kabipaten Mimika.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika Michael Gomar dalam sambutannya mengatakan pasar murah yang dibuat pemerintah ini diharapkannya bisa memberikan dampak positif kepada semua warga khususnya warga muslim yang akan merayakan hari raya Idul Fitri.

“Kita bersyukur karena pada hari ini kita tetap diberikan kesehatan walau masih dalam situasi pandemi covid,” katanya.

Kegiatan pasar murah ini akan terus dibuat dalam menyambut hari raya lainnya dalam rangka meningkatkan pertubuhan ekonomi khususnya di Mimika.

Pasar murah ini juga memberikan kesempatan kepada distributor untuk menjual harga sembilan bahan pokok sesuai kebutuhan masyarakat.

“Dan tentu dengan harga yang sangat terjangkau,” katanya.

Ketua Panitia Pasar Murah, I Nyoman Dwi Tana mengatakan tujuan diadakan pasar murah sebagai wujud rasa empati dan kepedulian yang tinggi dari pemerintah kepada semua masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri.

Tidak hanya itu, ini juga untuk memperpendek arus distribusi barang kepada masyarakat kurang mampu untuk memenuhi barang kebutuhannya menjelang hari raya sehingga dapat merayakan dengan suka cita.

“Kami harap dapat juga membantu untuk mengendalikan tingkat inflasi dan mempromosikan dan mencintai produk bahan lokal,” kata Nyoman.

Ada 28 produk dari beberapa komoditi yang menjadi incaran warga diantaranya tepung terigu seharga Rp10 ribu per kilogram, margarin dengan harga Rp7 ribu per sachet, minyak goreng curah seharga Rp14 rubu per kilogram dan minyak goreng revil Rp20 ribu per kilogram.

Bulog juga ikut ambil bagian dengan menjual beras premium dengan harga Rp98.000 per 10 kilogram dari harga pasaran Rp113 ribu.

Ada juga minuman-minuman ringan yang tersedia 750 karton, ayam potong 800 ekor, telur 1.000 rak, bawang merah dua ton, bawang putih satu ton.

Cabai rawit juga tersedia 400 kilogram dijual dengan harga Rp40 ribu per kilogram juga menjadi incaran warga. Tomat Rp30 ribu per kilogram juga tersedia 300 kilo.

Salah satu warga, Rika saat diwawancara mengaku senang dengan adanya pasar murah yang dibuat pemerintah.

“Kita bisa belanja kebutuhan sekarang dan untuk Lebaran nanti dengan harga yang lebuh murah,” katanya.

Semua stand jualan di halaman gedung Eme Neme Yauware terlihat dipadati warga sejak pukul 10 pagi sampai pukul 14.00.

reporter : Anya Fatma
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.