Warisan Raja Padang Jayapura, Anak Kandung Somasi Saudara Angkat

Toko Mahligai Jaya
Toko Mahligai Jaya, salah satu aset atau warisan yang ditinggalkan Almarhum H. Mardjohan atau yang dikenal sebagai Raja Padang Jayapura. (Foto: Dok Kuasa Hukum)

JAYAPURA, Seputarpapua.com | Lima ahli waris atau anak kandung dari Almarhum (Alm) H. Mardjohan yang dikenal dengan sebutan Raja Padang Jayapura, mengajukan somasi kepada saudara angkatnya, Hj. Ernita.

Somasi dilayangkan lantaran selaku ahli waris dari Alm H. Mardjohan, mereka telah menelan kerugian lebih dari Rp25 milyar akibat ulah saudara angkatnya yang juga merupakan mantan terpidana perkara pemalsuan surat.

Hj. Ernita menjadi mantan terpidana berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri (PN) Jayapura Nomor: 1/Pid.B/2018/PN Jap, ia telah mengubah nama kepemilikan harta dari keluarga Alm H. Mardjohan dengan cara membuat surat keterangan warisan palsu.

Hj. Ernita merupakan keponakan dari Alm H. Mardjohan yang telah dirawat sejak masih berusia 2 tahun. Hj. Ernita dirawat oleh keluarga Alm H. Mardjohan karena orang tuanya telah meninggal dunia. Namun, setelah tumbuh dewasa, Hj. Ernita bukannya membalas jasa Alm H. Mardjohan, ia malah menjarah semua harta almarhum sehingga lima orang anak kandung Alm H. Mardjohan dan Almarhumah (Almh) Pipin Sopinah mengalami kerugian.

Berdasarkan riwayat silsilah keluarga, dari pernikahan H. Mardjohan dengan Pipin Sopinah, telah lahir lima orang anak yakni Hj. Erlena Ibrahim, Marleni, Upik Nurmayati, Afrida dan Yuli Iriani.

Almh Pipin Sopinah merupakan istri pertama Alm H. Mardjohan, sedangkan istri keduanya adalah Almh Hj. Yulimar yang tidak memiliki anak dalam pernikahan mereka. Sehingga keduanya sepakat mengangkat Hj. Ernita sebagai anak.

Pada akhirnya, pengangkatan Hj. Ernita sebagai anak menjadi masalah bagi keluarga Alm H. Mardjohan, karena Ernita telah mengambil harta almarhum ayah angkatnya itu tanpa hak. Padahal harta yang telah dibalik nama atasnamanya itu, adalah bagian atau warisan untuk anak-anak kandung Alm H. Mardjohan dan Almh Pipin Sopinah.

Dalam keputusan Pengadilan Negeri Jayapura, menurut Tim Majelis Hakim, Hj. Ernita telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemalsuan surat keterangan ahli waris dari Alm H. Mardjohan dengan Almh Hj. Yulimar.

Atas surat keterangan warisan palsu itu, Hj. Ernita berhasil mengubah empat unit tanah dan bangunan yang kepemilikan awal atasnama H. Mardjohan menjadi atas namanya sendiri.

Beberapa harta milik Alm H. Mardjohan yang telah diubah kepemilikannya yaitu Toko Mahligai Abe, Toko Mahligai Sentani, Toko Papua Entrop dan gudang di Entrop yang merupakan hak lima ahli waris.

Pengadilan Negeri Jayapura telah resmi menjatuhkan hukuman delapan bulan pidana penjara kepada Hj. Ernita lantaran terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemalsuan surat keterangan ahli waris dari dari Alm H. Mardjohan dengan Almh Hj. Yulimar.

Kuasa Hukum Hj. Erlena selaku ahli waris, Rahman Ramli, menjelaskan bahwa somasi diajukan karena sejak putusan Pengadilan Negeri Jayapura pada tahun 2018, di mana Hj. Ernita telah dinyatakan bersalah melakukan pemalsuan surat dan dijatuhi hukuman delapan bulan pidana penjara, semua harta warisan berupa tanah dan bangunan dikembalikan kepada anak kandung Alm H. Mardjohan.

Advertisements

“Klien kami meminta untuk segera menyerahkan sertifikat hak milik, serta mengosongkan tanah dan bangunan yang saat ini masih dikuasai oleh Ernita. Oleh karena itu, kami mengajukan somasi,” jelas Rahman Ramli di Jayapura, Kamis (20/6/2024).

Penguasaan sertifikat tanah dan bangunan oleh Hj. Ernita, menurut Rahman, telah mendatangkan kerugian secara moril maupun materiil bagi kliennya, yangmana telah berjuang untuk mendapatkan hak-haknya selama kurang lebih 8 tahun.

Ia menambahkan, dengan terkumpulnya semua sertifikat yang merupakan harta warisan dari Alm H. Mardjohan, maka akan dilakukan pembagian warisan secara kekeluargaan dengan porsi yang sesuai dengan putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA) Nomor: 162/PK/AG/2023 tertanggal 14 September 2023.

Advertisements

“Untuk kepentingan klien kami sebagai anak kandung, kami meminta mantan terpidana Ernita untuk segera menyerahkan semua sertifikat hak milik (SHM), paling lambat tiga hari setelah somasi ini diterima, sebelum kami menempuh proses litigasi dan non litigasi untuk mempertahankan klien kami,” tegas Rahman Ramli.

penulis : Wan
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan