Wilayah Papua Berpotensi Terdampak Efek La Nina

Ilustrasi cuaca

TIMIKA, Seputarpapua.com | Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia memprediksi datangnya La Nina meski bersifat lemah.

Dilansir dari situs resmi BMKG, Rabu (12/6/2024), Deputi Bidang Klimatologi Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan bahwa, hingga dasarian II Mei 2024, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan indeks ENSO sebesar +0.21 atau dalam kondisi netral.

Kondisi indeks ENSO sudah berada pada level netral selama dua dasarian, dan diprediksi akan terus netral sampai periode Juni-Juli 2024. Pada periode Juli-Agustus-September 2024, ENSO Netral diprediksi akan beralih menuju fase La Nina lemah yang akan bertahan hingga akhir tahun 2024.

Hal itu juga ditegaskan Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto yang menyatakan meskipun disebagian wilayah Indonesia telah memasuki awal musim kemarau, namun sebagian wilayah lainnya masih berada dimasa peralihan musim, di mana kandungan uap air dan labilitas atmosfer masih tinggi yang dapat memicu pertumbuhan awan-awan hujan yang signifikan. Karena itu, masih terdapat potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa waktu kedepan.

“Kondisi dinamika atmosfer yang dapat memicu peningkatan curah hujan tersebut antara lain aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang ekuatorial Rossby dan juga Kelvin, adanya pola sirkulasi siklonik, serta potensi pembentukan daerah belokan dan perlambatan angin. Kombinasi pengaruh fenomena-fenomena tersebut diprakirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat, petir dan angin kencang yang dapat berlangsung di sebagian wilayah Indonesia,” tuturnya.

Menurut prediksi BMKG, dari wilayah-wilayah yang akan mengalami curah hujan tinggi pada periode La Nina antara lain:

Juni 2024:
Sebagian Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, sebagian Maluku, Maluku Utara, sebagian Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Juli 2024:
Sebagian Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Agustus 2024:
Sebagian kecil Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat dan Papua Tengah.

Sementara itu, Stasiun BMKG Mimika yang dikonfirmasi seputarpapua.com menyebutkan, secara historis untuk wilayah Mimika, adanya fenomena El Nino dan La Nina akan cukup berpengaruh dengan kenaikan dan penurunan curah hujan. Kejadian El Nino tahun lalu misalnya, disebutkan, telah membuat penurunan curah hujan di wilayah Mimika, meskipun Mimika memiliki faktor lokal yang cukup kuat, tetapi faktor global dapat mempengaruhi.

Oleh karena itu, BMKG Mimika memprediksi La Nina juga akan berpengaruh di Mimika dengan menambah curah hujan di wilayah Indonesia termasuk wilayah Mimika.

Hal itu diperkuat dengan data yang menyebutkan dalam kejadian La Nina di tahun 2020-2021, curah hujan yang terukur di Stamet Timika meningkat yang rata-rata normalnya 5621.0 mm/tahun menjadi 7152.0mm di 2020 dan 7060.0 mm di 2021.

penulis : Fachruddin Aji
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan