YPMAK akan Berhentikan Ratusan Peserta Program Beasiswa

Feri Uamang
Feri Uamang

TIMIKA | Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia akan berhentikan 120  peserta program beasiswa.

Ketegasan ini dilakukan setelah adanya perubahan status dari lembaga ke yayasan, serta lebih mengedepankan kualitas daripada kuantitas.

Kepala Divisi Pendidikan YPMAK Feri Uamang mengatakan, setelah berubah dari lembaga ke yayasan, pedoman penerima program beasiswa pun ada perubahan dan ketegasan. Salah satu perubahan dalam pedoman penerima adalah, waktu atau masa studi tidak boleh melebihi 5 tahun.

Dari perubahan tersebut YPMAK melalui divisi pendidikan dan didukung seluruh pihak melakukan sosialisasi untuk menyampaikan perubahan, serta ketegasan aturan ini.

“Kami sudah melakukan sosialisasi ke kota-kota studi, dimana peserta program beasiswa berada,” kata Feri di Jalan Yos Sudarso, Kamis (10/11/2022).

Kata Feri, dan sebagai tindaklanjut dari sosialisasi tersebut, pihaknya sudah mengeluarkan surat peringatan kepada 86 peserta program beasiswa yang sudah melewati batas waktu studi, yang sudah ditetapkan, yakni tidak boleh melebihi 5 tahun.

Jumlah itu (86), akan bisa bertambah dan kemungkinan mencapai 120 anak. Karena menurut data yang dimiliki angkatan 2017 ke bawah cukup banyak.

“Setelah melihat atau sosialisasi di kota studi, memang ada peserta program beasiswa masih terdapat anak-anak yang angkatannya 2017 dan 2018 bahkan dibawahnya,” katanya.

Surat tersebut menerangkan bahwa untuk peserta program beasiswa dengan angkatan 2017 ke bawah (seperti 2016,2015, dan lainnya) akan dihentikan pemberian beasiswanya pada Juni 2023.

Sementara untuk angkatan 2018, akan dihentikan pada Desember 2023.

“Jadi kemarin kami sudah kirimkan surat peringatan kepada kurang lebih 86 anak, agar sebelum Juni dan Desember harus selesaikan studi. Karena mereka sudah melebihi batas waktu studi,” tuturnya.

Semua itu merupakan komitmen dari YPMAK bahwa lebih menekankan kepada kualitas bukan kuantitas. Selain itu, dengan ketegasan tersebut, maka bisa memberikan kesempatan kepada anak-anak yang baru untuk bisa mengenyam pendidikan berkualitas.

“Kami tidak bisa merekrut peserta lain, kalau jumlahnya sudah terpenuhi, yakni 3000 anak. Karenanya, agar anak-anak yang lain itu memiliki kesempatan sama, maka harus ada pembatasan masa studi,” ujarnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Mujiono
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.