YPMAK Gandeng 5 Perguruan Tinggi di Mimika untuk Amungme-Kamoro dan Lima Suku Kekerabatan

TANDATANGAN | Rektor STIE JB saat menandatangani kerja sama dengan YPMAK dalam hal mitra pendidikan. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)
TANDATANGAN | Rektor STIE JB saat menandatangani kerja sama dengan YPMAK dalam hal mitra pendidikan. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)

TIMIKA | Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, menggandeng 5 Perguruan Tinggi di Mimika, Papua untuk dijadikan mitra pendidikan.

Lima Perguruan Tinggi yang digandeng, yakni Poltekes, PGSD Uncen Timika, STIE JB, STT Russel, Univeritas Timika dan Keuskupan Timika (program asrama dan guru kontrak).

Sebagai tanda kemitraan pendidikan, dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara YPMAK dengan Lembaga Mitra Pendidikan, pada Selasa (5/4/2022).

Wakil Direktur Program dan Monitoring Evaluasi (Monev), Nur Ikhfa Karupukaro mengatakan, penandatanganan PKS ini merupakan kelanjutan dari kerjasama sebelumnya. PKS dilakukan karena ada perubahan nama atau status dari lembaga ke yayasan.

“Maka perlu PKS untuk melengkapi keabsahan hukum setelah adanya perubahan,” kata Ikhfa.

 

 

Tujuan PKS dengan mitra pendidikan di Mimika sebagai bentuk pelayanan pendidikan kepada mahasiswa tujuh suku dan dibiayai YPMAK, baik itu mahasiswa Amungme dan Kamoro, serta 5 suku kekerabatan, yakni Dani, Damal, Moni, Mee dan Nduga.

Jumlah peserta beasiswa yang dibiayai beragam. Di UTI ada 30 anak. Jumlah ini berbeda dengan perguruan tinggi lainnya. Tergantung dari jumlah anggaran di divisi pendidikan.

“Untuk batasan pemberian beasiswa setiap 5 tahun (kecuali kedokteran). Kalau tidak bisa lulus dalam 5 tahun akan jadi pertimbnagan apakah dilanjut atau tidak. 5 tahun ini sendiri ikut aturan di kampus,” katanya.

Ia menambahkan, masa PKS yang baru saja ditandatangani berlaku 2 tahun. Namun akan berlanjut dengan melihat perkembangan berdasarkan evaluasi-evaluasi, terlebih saat ini sudah ada bagian Monev (Monitor Evaluasi) yang bisa dengan leluasa melakukan kontrol dalam perkembangan program.

“Kalau dulu Monev dilakukan di biro pendidikan sehingga perkembangan yang ada kurang termonitor. Tapi sekarang, sudah tidak lagi,” ungkapnya.

Rektor Universitas Timika, Yohanis Isack Baransano mengatakan, kerjasama ini merupakan suatu hal yang baik dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Mimika.

Melalui kepercayaan ini, pihaknya selaku mitra pendidikan akan bertanggungjawab terhadap komitmen dalam pengembangan SDM, khususnya anak-anak Amungme dan Kamoro, serta 5 suku kekerabatan.

“Kami selalu mendukung YPMAK dalam setiap hal, baik terkait kerja sama maupun tidak. Khususnya menyangkut kemitraan pendidikan dalam pengembangan SDM, kami bertanggungjawab terhadap hal tersebut,” tuturnya.

reporter : Mujiono
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.