YPMAK Jadikan Warga Subjek Kesehatan Melalui Program Kampung Sehat

Tim Kampung Sehat saat melakukan sosialisasi kesehatan di kampung di pesisir pantai. (Foto: Ist)
Tim Kampung Sehat saat melakukan sosialisasi kesehatan di kampung di pesisir pantai. (Foto: Ist)

TIMIKA | Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat, baik di wilayah pesisir pantai maupun pegunungan.

Melayani terutama memperhatikan kesehatan masyarakat merupakan komitmen YPMAK melalui program kampung sehat. Tim yang tergabung dalam program tersebut tersebut memberikan advokasi kesehatan kepada masyarakat.

Melalui program kampung sehat, YPMAK berupaya melibatkan dan membina warga dengan harapan, warga bukan hanya sekedar menjadi objek, tetapi juga sebagai subjek program kesehatan atau pelaku pembangunan di bidang kesehatan di kampungnya sendiri.

Dalam program ini ada 17 kampung yang tersebar di tujuh distrik yang terlayani, yakni Kampung Amungun, Aramsolki, Kiliarma, Emkoma Halama, Fakafuku, Distrik Akimuga.
Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah,  Kampung Aparuka, Distrik Mimika Barat.

Kampung Aindua dan Umar Ararau, Distrik Mimika Barat Jauh, Kampung Keakwa, Aikawapuka, Mioko, dan Timika Pantai, Distrik Mimika Tengah.

Selanjutnya Kampung Ohotya/Otakwa, Distrik Mimika Timur Jauh, serta Kampung Sumapro, Waituku, dan Bulumen, Distrik Jita.

Kampung-kampung ini diberikan edukasi oleh Pelkesi selaku mitra pengelola program kampung sehat.

Dikutip dari laporan akhir tahun 2022 divisi kesehatan, tim program kampung sehat tercatat telah melakukan berbagai kegiatan diantaranya, workshop audiensi kampung sehat di tingkat kabupaten, minilokakarya di tingkat kampung bersama Puskesmas, coaching kader sebanyak 3 kali per kampung dan pemicuan STBM (sanitasi total berbasis masyarakat) di kampung.

Pemicuan STBM, yaitu suatu pendekatan yang melibatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan yang berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan khususnya masalah kesehatan di kampungnya masing-masing.

Selain itu divisi kesehatan YPMAK juga melakukan sosialisasi BPJS Kesehatan di 17 kampung bahkan sampai dua kali per kampung, serta program magang dan ‘capacity building’ tenaga kesehatan program kampung sehat.

Kegiatan advokasi kesehatan ini terlaksana sesuai rencana kerja dan anggaran (RKA) dan mendapat dukungan dari masyarakat.

Dalam pelaksanaan program Kampung Sehat berintegrasi dengan program Klinik Bergerak YPMAK.

Pada tahun 2022, tidak sepenuhnya rencana kegiatan terelasisasai. Direncanakan pada tahun 2023 YPMAK kembali memprogramkan kegiatan yang belum sempat terlaksana seperti, workshop STBM di tingkat kabupaten, serta program magang tenaga kesehatan Amungme dan Kamoro serta 5 suku kekerabatan

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Mujiono

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.