YPMAK Pantau Prestasi Peserta Beasiswa di USD, Rektor: Ada Calon Pemimpin Mimika

Tim Monev YPMAK dan pihak Universitas Sanata Dharma foto bersama usai pertemuan, Senin (19/9/2022). (Foto: Yonri/Seputarpapua)
Tim Monev YPMAK dan pihak Universitas Sanata Dharma foto bersama usai pertemuan, Senin (19/9/2022). (Foto: Yonri/Seputarpapua)

YOGYAKARTA | Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia melakukan monitoring dan evaluasi atas mahasiswa penerima beasiswa di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Senin (19/9/2022).

Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) ini dipimpin langsung Wadir Program dan Monev YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro.

Dalam sambutannya, Ihfa menegaskan bahwa pihak YPMAK ingin mendengar langsung perihal kondisi mahasiswa terkini serta hambatan yang dihadapi mitra dalam membina perkembangan mental dan intelektual para peserta beasiswa YPMAK.

Bagi Ihfa, hal ini penting agar YPMAK dapat terus mengevaluasi dan memperbaiki kebijakan bagi para penerima beasiswa.

Salah satunya, YPMAK akan memperketat aturan beasiswa dan dipantau langsung secara daring melalui sistem aplikasi database. Sistem ini akan memantau prestasi mahasiswa, dan bila terdapat penyimpangan yang dilakukan mahasiswa maka sistem tersebut secara otomatis akan memutus beasiswa.

Hal ini diharapkan dapat membuat peserta beasiswa YPMAK lebih serius menjalani masa studi dan tidak menyianyiakan beasiswa ini.

“Ini akan diterapkan YPMAK agar pemberian beasiswa bagi mahasiswa 7 suku benar-benar memberi manfaat bagi perkembangan akademik mereka,” tegas Ihfa.

Beberapa program ini pun akan ditunjang dengan kartu peserta beasiswa YPMAK, pedoman baru mahasiswa penerima beasiswa, serta peserta beasiswa akan didaftarkan sebagai peserta BPJS.

Rektor Universitas Sanata Dharma, Rm. Albertus Bagus Laksana, SJ., Ph.D menyambut baik cita-cita YPMAK tersebut. Menurutnya hal ini sejalan dengan misi kampus yang ingin mahasiswa ini mencapai prestasi maksimal.

“Universitas Sanata Dharma milik Jesuit sangat menekankan metode pendekatan holistik menyeluruh dari kepribadian hingga sosial supaya para mahasiswa sebagai warga negara bisa berperan lebih,” tutur Albertus.

Menurutnya, pembaharuan pendekatan bagi para mahasiswa merupakan langkah efektif agar metode pembinaan di waktu mendatang semakin lebih baik.

“Itu menjadi bagian dari cara kita membina dan mendidik mereka menjadi lebih baik. Asrama kami perbaharui, struktur organisasi, program pembinaan, makanya kalau ada usulan dari bapa ibu akan kami sesuaikan. Pendidikan interkultural antar budaya itu memang menjadi tantangan tersendiri,” pungkasnya.

Dari monitoring ini, diketahui jumlah mahasiswa Sanata Dharma yang mendapat beasiswa YPMAK adalah 13 orang. Dua diantaranya didapati tidak aktif sehingga dibutuhkan kebijakan dari YPMAK untuk menentukan status beasiswa kedua mahasiswa.

Namun, terdapat juga mahasiswa yang menjadi sorotan pihak kampus karena dinilai memiliki kepribadian, sifat kepemimpinan, dan intelektualitas yang baik.

Rektor Universitas Sanata Dharma bahkan menyebutkan mereka sebagai calon pemimpin masa depan di Mimika.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris YPMAK Johanan Saidui, Kadiv Program Perencanaan Pendidikan Feri Magai Uamang, Kadiv Monev Pendidikan Dion Burdam, Deputi Program Oni Wiranda dan beberapa staf lainnya.

Sementara perwakilan dari Sanata Dharma yakni Wakil Rektor IV Caecilia Tutyandari Ph.D, Kepala Asrama Rm. Aria Prabantara SJ, Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Internasional Yurisdixta Menavia, Staf/Pamong Asrama Tri Laksono Wibowo, dan Sudrajad Adi selaku Staf Biro Kerjasama.

 

reporter : Yonri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.