YPMAK Raih Dua Penghargaan di Ajang ISDA 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Penganugerahan Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2021 di Jakarta, Jumat (17/9/2021).
Penganugerahan Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2021 di Jakarta, Jumat (17/9/2021).

TIMIKA | Yayasan pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia memperoleh dua penghargaan dari Corporate Forum for Community Development (CFCD).

Penghargaan itu diterima pada ajang Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2021 yang berlangsung di Hotel JS Luwansa, kawasan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (17/9) malam.

Dua penghargaan itu masing-masing kategori SDG’s 3.1 Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak dengan judul program “Mobile USG: Deteksi Dini Kehamilan dan Masalah pada Kehamilan”.

Kemudian kategori SDG’s 3.3, Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular dengan judul program “Screening Malaria pada Posyandu”.

Kedua program tersebut memperoleh penghargaan dengan predikat gold. Pada saat penerimaan penghargaan, YPMAK mengikuti secara virtual.

ISDA merupakan ajang bergengsi yang rutin diselenggarakan setiap tahun oleh CFCD bekerjasama dengan Kementerian PPN/Bappenas sebagai lead sector dalam SDGs di Indonesia.

Penganugerahan ini untuk mengapresiasi perusahaan-perusahaan maupun yayasan yang telah berhasil menjalankan program CSR dan berkontribusi terhadap pencapaian 17 poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Ketua umum CFCD Thendri Supriatno mengatakan, khusus ISDA tahun ini ada beberapa perusahaan yang gugur dan mengundurkan diri sebelum mencapai babak final di ajang ISDA 2021 yang diikuti oleh 80 perusahaan dan 19 perorangan dengan 201 program yang tengah dijalankan.

Jika dibandingkan dengan penyelenggaraan ISDA 1, 2 dan 3, pelaksanaan ISDA yang ke-4, lanjut Thendri, dari sisi jumlah peserta cenderung bertambah serta jenis atau ragam program juga semakin banyak.

“Jika dulu yang dinilai lebih banyak pada parameter sosial, saat ini ranah lingkungan juga menjadi penilaian bagi CFCD. Hal ini penting dilakukan agar berbagai perusahaan besar di Indonesia semakin perhatian pada aspek lingkungan dan perubahan iklim,” urai Thendri.

Pada ISDA yang ke-4, CFCD, kata Thendri, juga memodifikasi beberapa kategori, salah satunya dengan menambah kategori penilaian pada korporasi.

“Selama ini kegiatan ISDA hanya fokus pada kontribusi korporasi pada external stakeholder. Nah khusus tahun ini, sebenarnya korporasi juga banyak berkontribusi pada internal yang berdampak pada SDG’s atau pembangunan yang berkelanjutan. Atas dasar ini CFCD menambah 1 kategori internal berupa penghematan energi dan pengelolaan limbah yang dilakukan secara serius oleh sebuah korporasi,” paparnya.

Digelarnya ISDA secara kontinu, tambah Thendri, sebenarnya menambah nilai positif bagi sebuah perusahaan untuk tetap mempertahankan citra atau branding yang baik dari tahun ke tahun di mata pemerintah maupun masyarakat luas.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi berbagai pihak yang terus mengampanyekan program pembangunan berkelanjutan.

Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi sektor korporasi agar semakin meningkatkan kualitas hidup, baik terkait pengelolaan lingkungan maupun berkaitan dengan masyarakat.

Menurut Airlangga, dalam mewujudkan SDGs pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Melainkan perlu adanya upaya kolektif dari berbagai pihak, mulai dari perusahaan, media, hingga lembaga pendidikan.

Ia mengatakan, pemerintah juga terus berkomitmen melaksanakan pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Presiden Joko Widodo menekankan komitmen tersebut dalam pidato kenegaraan 16 Agustus 2021. Kedepan pemerintah akan selalu menerapkan strategi pembangunan yang tidak mengabaikan prinsip ekonomi hijau, memperhatikan kelestarian hijau dan ekonomi biru yang memperhatikan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

 

 

Mengenal Mobile USG dan Screening Malaria pada Posyandu Mobile USG adalah bagian dari program Klinik Bergerak, program kesehatan masyarakat YPMAK, dimana Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (Pelkesi) sebagai mitra pelaksana program.

Program Mobile USG berguna untuk mendeteksi usia kehamilan, ukuran janin, posisi janin dan plasenta dan lainnya, serta memungkinkan deteksi dan tindak lanjut masalah pada kehamilan secara dini.

Sementara itu, penyakit malaria masih merupakan penyakit dengan morbiditas yang tinggi di kabupaten Mimika. Dalam eliminasi malaria, salah satu strategi krusial adalah deteksi kasus secara aktif melalui screening, yakni proses pencarian aktif kasus malaria dengan pemeriksaan darah.

Dalam pelaksaan screening malaria, YPMAK juga bekerjasama dengan Pelkesi dengan memanfaatkan program rutin Puskesmas yakni Posyandu.

Sebanyak 16 kampung di lima distrik/kecamatan di pegunungan dan pesisir Mimika yang mendapatkan layanan ini. 16 kampung ini, untuk akses dari dan menuju ke Kota Timika hanya bisa ditempuh dengan menggunakan perahu motor atau helikpoter yang tentunya membutuhkan biaya yang mahal.

Distrik dan kampung yang dilayani yaitu: Distrik Tembagapura, Kampung Aroanop, Doli dan Bebilawak. Distrik Amar, Kampung Ipiri, Paripi dan Yaraya. Distrik Mimika Tegah, Kampung Timika Pantai, Aikawapuka, Keakwa dan Mioko. Distrik Mimika Timur Jauh, Kampung Fanamo, Ohoytia dan Omawita. Distrik Akimuga, Kampung Aramsolki, Amungun dan Kiliarma.

Dalam pelaksanaan program ini, YPMAK dan Pelkesi melibatkan masyarakat, pemerintah pada tingkat kampung dan distrik, puskesmas dan Dinas Kesehatan Mimika.

Layanan yang diberikan Program Mobile USG yaitu sejak 2016 sebanyak lebih dari 3.800 orang menerima penyuluhan. 433 ibu hamil mendapatkan akses untuk USG. 124 kader telah dilatih mengenai KIA dan memperoleh pendampingan.

Program Screening Malaria,  yaitu sejak 20016, melaksanakan penyuluhan tentang malaria kepada lebih dari 3.252 orang. Terlaksana 33.833 pemeriksaan mikroskopis dan 5.552 rapid diagnostic test. Penanganan kasus malaria jika postif dan pelayanan indoor residual spraying (IRS) serta pendampingan dan coaching pada 531 kader kampung.

 

Sumber: YPMAK/Miskan

Reporter: Mujiono
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
530 Personil TNI Polri Berkeliling Kota Timika di Malam 1 Desember
530 Personil TNI Polri Berkeliling Kota Timika di Malam 1 Desember
TNI Polri Gelar Apel Siaga Nataru, Wakapolres Mimika: Masyarakat Harus Terus Aman
TNI Polri Gelar Apel Siaga Nataru, Wakapolres Mimika: Masyarakat Harus Terus Aman
Seorang Penambang Tradisional di Timika Tewas Disambar Petir
Seorang Penambang Tradisional di Timika Tewas Disambar Petir
Mesin Penyemprot Aspal Terbakar di Poros SP 5 Timika Jadi Tontonan Warga
Mesin Penyemprot Aspal Terbakar di Poros SP 5 Timika Jadi Tontonan Warga
OTK Teror Bom Molotov ke Halaman Rumah Warga di Timika Indah
OTK Teror Bom Molotov ke Halaman Rumah Warga di Timika Indah
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Baca Juga