YPMAK Tanggung 30 Ribu Warga 7 Suku di Mimika sebagai Peserta JKN

Penandatanganan MoU tentang jaminan kesehatan bagi warga 7 suku oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura dan Ketua Yayasan Charitas Timika Papua. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
Penandatanganan MoU tentang jaminan kesehatan bagi warga 7 suku oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura dan Ketua Yayasan Charitas Timika Papua. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia  menanggung 30.000 warga tujuh suku di Kabupaten Mimika sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal ini ditandai dengan penandatangan MoU antara BPJS Kesehatan Cabang Jayapura dengan PTFI dan YPMAK melalui Yayasan Charitas Timika Papua (YCTP), tentang jaminan kesehatan bagi warga tujuh suku di Kabupaten Mimika.

Plt Bupati Mimika Johannes Rettob mengapresiasi peningkatan apa yang dibuat YPMAK dengan meningkatkan peserta BPJS Kesehatan dari sebelumnya 10 ribu peserta menjadi 30 ribu peserta, yang keseluruhannya ditanggung oleh YPMAK yang mengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia.

Menurutnyaz, ini merupakan kerjasama luar biasa antara pemerintah dengan pihak swasta dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Untuk saat ini pelayanan akan dilakukan oleh Yayasan Charitas. Masyarakat tujuh akan menerima layanan kesehatan di rumah RSMM.

John mengaku akan terus berusaha untuk pelayanan, baik di pelayanan kesehatan, JKN maupun untuk layanan di fasilitas kesehatan.

“Kita akan terus berusaha supaya masyarakat terus terlayani dengan mudah dan merasa pemerintah itu ada untuk mereka,” kata John.

John memberikan apresiasi kepada Freeport dan YPMAK dan semua pihak yang telah membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam bentuk JKN.

Wakil Direktur Program YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro mengaku senang bisa mendukung pemerintah dalam membantu meluaskan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan mendata seluruh masyarakat tujuh suku di Mimika untuk menjadi peserta BPJS.

“Kami sangat mensyukur dengan ini semua masyarakat bisa mendapat layanan kesehatan dengan mudah,” ungkapnya.

Vice President Comunity Development PTFI, Nathan Kum pada kesempatan yang sama mengatakan, untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak saja.

Tetapi ini harus dilakukan dengan bekerja sama oleh semua pihak termasuk pemerintah dengan BPJS Kesehatan.

Saat ini Freeport melalui YPMAK yang mengelola dana kemitraan 1 persen terus mendukung program-program pemerintah salah satunya di bidang kesehatan.

“Komitmen Freeport adalah tetap mendukung komitmen-komitmen yang dibuat termasuk kesehatan salah satunya ini kesepakatan dengan BPJS ini,” katanya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Anya Fatma
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.