Pemkab Mimika Susun Perencanaan Kampung Ipaya Jadi Tempat Wisata Pantai

Suasana pembahasan seminar pendahuluan penyusunan master plan kawasan Ipaya. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Suasana pembahasan seminar pendahuluan penyusunan master plan kawasan Ipaya. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) mengadakan kegiatan seminar pendahuluan penyusunan master plan Kawasan Ipaya yang direncanakan akan dijadikan tempat wisata.

Kegiatan berlangsung di Kantor Bappeda yang dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Mimika, Maria Rettob, didampingi Sekretaris Bappeda, Joseph Manggasa, para perwakilan OPD terkait juga pihak konsultan perencana yakni PT Satria Creasindo Prima.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Mimika, Maria Rettob dalam sambutannya menjelaskan salah satu daerah tujuan wisata yang diagendakan oleh pemerintah Kabupaten Mimika adalah Kampung Ipaya, di Distrik Amar.

Dikatakan, kawasan tersebut mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai sarana rekreasi wisata Pantai mengingat kawasan tersebut merupakan tempat bermuaranya sungai-sungai kecil dan besar yang didominasi dengan rona lingkungan yang alami.

“Kawasan Ipaya merupakan bagian daru konsep Pemkab dalam rangka pengembangan kawasan potensial tourism di Kabupaten Mimika yang merupakan salah satu upaya percepatan dan pemetaan pembangunan di kawasan dataran pesisir pantai,” katanya.

Dijelaskan, pembangunan dan pengembangan kawasan Ipaya perlu dikendalikan dengan penerapan prinsip perencanaan dan perancangan yang baik.

Prinsip perencanaan dan perancangan kawasan Ipaya dirumuskan agar pengembangan kawasan ini di masa mendatang mempertimbangkan keunikan, kespesifikasian kawasan, lingkungan dan dampak pengembangan.

“Persoalan yang ada dan yang berpotensu timbul, serta tidak hanya mempertimbangkan faktor efisiensi dalam pemanfaatan lahan, namun juga potensi ekonomi dan aktivitas produktif lainnya,” ungkapnya.

Maria menerangkan beberapa poin mengenai tujuan kegiatan penyusunan masterplan kawasan pariwisata Ipaya, yaitu pertama menyusun rencana pengembangan kawasan pariwisata Ipaya sebagai pedoman pembangunan dan arahan perwujudan fisik segmen-segmen kawasan perencanaan guna menunjang kegiatan wisata tanpa mengaburkan identitas kawasan.

Yang kedua adalah membuat model perencanaan dan perancangan kawasan pariwisata yang dianggap sebagai potensi dan permasalahan lingkungan sekitar, baik sekitar kawasan perencanaan maupun Kabupaten Mimika secara keseluruhan.

Ketiga, menciptakan kawasan pariwisata Ipaya sebagai identitas kawasan potensial wisata di pesisir pantai Kabupaten Mimika.

Selanjutnya, Maria menerangkan, sasaran yang ingi dicapai melalui rencana pembuatan kawasan wisata Ipaya terasebut adalah pertama meningkatkan kualitas lingkungan kawasan pariwisata Ipaya baik core area dan sub core area pada kawasan perencanaan.

Kedua adalah menciptakan fasilitas publik yang baik, mampu memberikan daya tarik bagi pengembangan wisata dan keberlanjutan Kampung Ipaya.

Ketiga, menyiapkan fasilitas kawasan wisata untuk mendukung aktifitas wisata bagi masyarakat. Keempat, mengarahkan rencana kawasan wisata sehingga memiliki keterkaitan struktur dengan wilayah perkotaan dan wilayah lainnya di Kabupaten Mimika.

Kelima, merumuskan design penataan ruang kawasan wisata Ipaya berdasarkan zona kegiatan kawasan.

Keenam, mengakomodasi peluang ekonomi yang tunbuh dari masyarakat setempat melalui pengembangan kawasan Ipaya.
“Saya berharap kegiatan ini bisa memberikan masukan-masukan yang bermanfaat, sehingga pembangunan dan pengembangan kawasan Ipaya di Distrik Amar bisa dapat dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Firdaus, Konsultan PT Satria Creasindo Prima menjelaskan Ipaya sebagai kawasan destinasi wisata, Ipaya telah memenuhi empat kriteria wisata, yakni keindahan, keunikan, kealamiahan, dan kekhasan.

“Keindahan itu termasuk kondisi alamnya seperti pantai pasir dan hutan mangrove. Keunikannya dapat melihat sinset dari titik yang strategis. Ipaya juga memang belum ada secara masif pembangunan yang dapat mengganggu keunikannya. Kekhasan tentu karena pantai ini berada di bumi cendrawasih yang secara karakteristik budayanya sangat potensial,” ungkapnya.

Dikatakan ada tiga pendekatan yang harus dibangun untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Ipaya, yaitu accessibility, aminities, dan attraction.

Firdaus menerangkan Accessibility atau aksesibilitas dimana mengenai aksesnya harus dipikirkan mengenai cepat, murah dan jelas rutenya.

“Kalau tidak jelas maka orang cenderung tidak tertarik. Kemudian aminities atau fasilitas sarana prasarana, meski pun kita punya empat kriteria, tetapi kalau tidak didukung dengan sarana prasarana seperti air minum, listrik, telekomunikasi, tempat restoran, tempat tinggal homestay, dan sebagainya, itu pun tidak akan maksimal karena orang tidak nyaman,” ujarnya.

Sementara Attraction atau atraksi juga menjadi hal yang penting dan harus ada. Firdaus mengatakan kalau hanya pantai pasir putih, pohon mangrove itu merupakan alam hasil ciptaan Tuhan.

“Tetapi bagaimana orang bisa tertarik datang dan menikmati kawasan itu. Jadi bisa diadakan atraksi-atraksi seperti memancing, diving, snorkeling, banana boat dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk membuat orang rindu untuk datang kembali lagi. Itulah poin keberhasilan sebuah destinasi wisata,” pungkasnya.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.