Warga Nawaripi Ditangkap saat Mengambil Paket Kiriman Berisi Tembakau Sintetis

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Toton (26), Pelaku pemilik paketan kiriman berisi narkotika jenis tembakau sintetis. (Foto: Ist)
Toton (26), Pelaku pemilik paketan kiriman berisi narkotika jenis tembakau sintetis. (Foto: Ist)

TIMIKA | Seorang warga lorong SMPN 7 Timika, Kelurahan Nawaripi, Distrik Wania, Mimika, Papua ditangkap petugas dari Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Mimika lantaran kepemilikan atas narkotika jenis tembakau sintetis atau yang dikenal dengan sebutan sinte.

Pelaku yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka telah mengakui bahwa narkotika jenis tembakau sintetis tersebut adalah miliknya.

Kepala Satreskoba (Kasat Reskoba) Polres Mimika, AKP Mansur dalam keterangan tertulis yang diterima Seputarpapua.com, menerangkan bahwa, pada hari Selasa, 27 April 2021 sekitar pukul 10.30 WIT, petugas Satreskoba mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada paket kiriman dari Makassar melalui salah satu jasa pengiriman diduga berisi narkotika jenis tembakau sintetis.

Tim Satreskoba kemudian mendalami informasi itu dan berkoordinasi dengan petugas jasa pengiriman. Kemudian menunggu pemilik barang atau yang orang yang akan mengambil paket kiriman yang dimaksud.

Sekitar pukul 14.00 WIT, datang seseorang yang mengaku bernama Toton. Ia mengambil paket kiriman dengan mempelihatkan foto nomor resi dari HP kepada petugas jasa pengiriman.

Saat paket ditangan pelaku, Tim Satreskoba langsung melakukan penangkapan dan menyuruh pelaku membuka paketan tersebut.

“Ditemukan dalam paketan miliknya berisi 1 (satu) plastik bening besar yang diduga narkotika jenis tembakau sintetis dan 1 (satu) lembar baju kaos oblong warna abu-abu,” demikian keterangan Kasat Reskoba, Kamis (29/4/2021).

Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Satreskoba Polres Mimika guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Reporter: Saldi
Editor: Batt
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Klemen Tinal dalam Kenangan
Klemen Tinal dalam Kenangan
Baca Juga