seputarpapua.com

Dinkes Mimika Cek Kebenaran Informasi Campak di Banti 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Dinkes Mimika Cek Kebenaran Informasi Campak di Banti 
Philipus Kehek – (Foto : Mujiono/SP)

TIMIKA I Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika telah mengutus tim untuk memastikan kebenaran adanya informasi peningkatan Penyakit Campak di Kampung Banti, Distrik Tembagapura. 

 

“Saya sudah perintahkan tim untuk langsung ke Banti mengecek, apakah benar kasus itu ada di sana. Kami belum bisa menyatakan apakah campak benar terjadi atau tidak,” kata Kepala Dinkes Mimika Philipus Kehek di Timika, Kamis (27/7/17).

 

Philipus mengatakan, tim baru diturunkan lantaran baru menerima informasi dari Sekretaris Dinkes Mimika Reynold Ubra. Meski begitu, dia belum mengetahui informasi yang diperoleh Sekretaris Dinkes tersebut berasal dari petugas kesehatan yang ada di Banti atau dari laporan masyarakat.

 

“Bisa saja tidak benar atau sebaliknya informasi itu benar. Nanti kami sampaikan secara resmi hasil investigasi tim yang sudah kami utus ke sana,” ujar Philipus.

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloisius Giyai juga mengharapkan agar Dinkes Mimika lebih meningkatkan pelayanan dan pengawasan terhadap layanan kesehatan terutama di wilayah terpencil.

 

“Kontrol pelayanan kesehatan apakah posyandu di kampung-kampung itu jalan atau tidak, petugas-petugas yang di puskesmas ke tempat tugas atau tidak?,” kata Aloisius.

 

Menurut Aloisius, jika di Timika terjadi suatu kasus wabah penyakit maka sudah tentu akan cepat tersiar sampai ke luar negeri mengingat di Timika terdapat perusahaan tambang emas Freeport.

 

Sementara Sekretaris Dinkes Kabupaten Mimika, Reynold Ubra saat ditemui di Graha Eme Neme Yauware, Jumat (28/7/17) mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari Rumah Sakit Banti adanya peningkatan kasus campak. 

 

“Info itu masih secara lisan, sementara untuk laporan secara tertulis belum. Ini karena untuk laporan tertulis ada format kasus yang berpotensi kejadian luar biasa (KLB),” katanya. 

 

Sementara peningkatan untuk kasus campak di Banti, kata dia, Dinkes belum mengetahui. Karena untuk mengetahui berapa peningkatannya harus membandingkan dengan data sebelumnya dan trend yang ada. 

 

Kalau memang ada peningkatan, maka harus segera ditangani. Tetapi kalau menurun, Dinkes Mimika akan melakukan langkah pengobatan.

 

“Kami belum tau berapa peningkatannya. Karenanya Kamis (27/7) kemarin, kami tegaskan untuk segera melakukan pengecekan,”kata Reynold.

 

Ia menjelaskan, penyakit campak ini bisa dicegah dengan imunisasi. Dimana sekarang yang terkenal campak rubella, memiliki gejala dan dampak yang sama,yakni kecacatan dan kematian. Karenanya kalau ada, maka Dinkes mengambil sampel dan dirujuk ke Balai Laboratorium Kesehatan (Labkes) di  Jawa Timur untuk mengetahui secara pasti, apakah ini campak atau rubella.

 

“Peningkatan campak ini periode tertentu dan berdasarkan pengalaman campak terjadi pada anak yang belum imunisasi. Oleh itu, untuk yang di Banti kami masih cek. Dan apabila benar, akan segera ditangani,”ungkapnya. (mjo/SP)

Berita Terkait
Baca Juga