Dinkes Papua Cegah Stunting Melalui Ibu Hamil dan Remaja Putri

Dinkes Papua Cegah Stunting Melalui Ibu Hamil dan Remaja Putri
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum. (Foto: Musa/Seputarpapua)

JAYAPURA | Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua mencegah stunting melalui ibu hamil dan remaja putri (Rematri) sejak duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kalau sudah stunting itu tidak bisa diturunkan, maka upaya yang dilakukan adalah bagimana supaya tidak bisa menghasilkan anak-anak stunting, atau anak-anak yang sudah lahir tidak menuju ke stunting,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum di Kota Jayapura, Senin (30/10/2023).

Menurut Aaron, stunting dari kelahiran dengan berat badan dan panjang badan kurang dari 48 cm menyumbang 20 persen kasus stunting. Oleh karena itu baiknya dicegah pada ibu hamil dengan cara bagaimana ibu hamil tidak kekurangan energi kronis (KEK).

“Kalau ada ibu hamil yang KEK, dicegah dengan cara memberikan makanan tambahan sebanyak 90 hari,” kata mantan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua itu.

Aaron juga mengatakan pencegahan stunting tidak hanya melalui ibu hamil, melainkan sudah dimulai dari remaja putri mulai jenjang SMP hingga SMA dengan cara meminum tablet penambah darah seminggu sekali.

“Jadi, selama kelas 7 sampai kelas 12 itu dikasih obat tablet tambah darah yang diminum seminggu sekali,” katanya.

Selain itu menurut dia, pencegahan stunting bisa juga melalui cara bagaimana memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat. Khusus di Papua, sembilan kabupaten/kota rata-rata sudah terdaftar diatas 95 persen bahkan sudah mendapat penganugerahan Universal Health Coverage (UHC).

“Sudah ada program Port Numbay Sehat untuk Kota Jayapura, Sarmi Sehat, Keerom Sehat, Biak Sehat, Supiori Sehat dan daerah lainnya di Papua yang dananya bersumber dari dana otonomi khusus (Otsus),” ungkapnya.

“Itu mendukung pencegahan stunting. Jadi, kalau ibu-ibu hamil ini ada masalah, mereka sudah punya jaminan kesehatan. Jadi ketika berobat tidak perlu dibayar,” terangnya.

Pencegahan dan penurunan stunting harus dilakukan melalui lintas program dan lintas sektor. Hal ini masuk ke beberapa kegiatan diantaranya bagaimana pola asuh, pola makan, akses air bersih dan akses sanitasi, yakni buang air besar harus bersih.

Bahkan ia mengungkapkan adanya keberhasilan pencegahan stunting lintas sektor dan lintas program di daerah. Semisal di Biak, masyarakatnya disebut sudah 100 persen tidak buang air besar sembarangan. Sehingga dengan begitu perilaku tersebut berpengaruh dalam menurunkan stunting.

penulis : Musa
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *