seputarpapua.com

KKB Minta Tebusan ke Keluarga Guru dan Bupati Puncak, ini Penjelasan Kapolda Papua

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri saat ditemui wartawa di Horison Timika, Senin (12/4/2021). (Foto: Yonri/Seputarpapua)
Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri saat ditemui wartawa di Horison Timika, Senin (12/4/2021). (Foto: Yonri/Seputarpapua)

TIMIKA | Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri mengakui menerima kabar terkait permintaan tebusan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggeng.

Hal tersebut diketahuinya berdasarkan informasi dari Bupati Puncak, Willem Wandik pada Minggu, 11 April 2021 malam.

“Informasinya ada dari Pak Bupati malam tadi,” ujar Kapolda saat ditemui di Horison Ultima Timika, Senin (12/4/2021).

Menurut informasi yang diterimanya, kata Kapolda, KKB melakukan hal tersebut karena tidak kebagian sejumlah uang dari penyelesaian perang suku.

“Sebagaimana pembayaran itu, mereka tidak kebagian. Nah ini, mereka (lantas) membuat aksi-aksi,” ujarnya.

Meski demikian, Kapolda menekankan bahwa informasi tersebut hanya sebatas informasi.

“Tetapi itukan baru informasi. Mudah-mudahan kita bisa tangkap. Saya juga minta Pak Bupati untuk mencari motif sesungguhnya. Kenapa mereka melakukan hal-hal seperti ini dan seolah-olah mereka mau mengganggu aktivitas pemerintahan di Ilaga,” ujarnya.

Sebelumnya, data yang dihimpun seputarpapua.com dari Beoga, yakni KKB meminta tebusan sejumlah uang kepada pihak keluarga guru yang menjadi korban tembak mati.

Hal itu dilakukan KKB, agar jenazah yang tertahan di Beoga dapat segera diterbangkan ke Timika. Sedangkan terhadap Bupati, KKB meminta uang sebesar Rp500 juta.

 

Reporter: Yonri Revolt
Editor: Misba
Berita Terkait
Baca Juga