KPM Bertambah, Pos Mimika Masih Salurkan SPK Tahap I Periode Januari-Maret 2023

Kepala PT Pos Indonesia Cabang Mimika, Junaidi Nur. (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)
Kepala PT Pos Indonesia Cabang Mimika, Junaidi Nur. (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)

TIMIKA | PT Pos Indonesia Cabang Mimika masih terus menyalurkan Bantuan Sembako PKH Kemensos (SPK) tahap I periode Januari-Maret 2023, usai adanya penambahan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kepala Kantor PT Pos Indonesia Cabang Mimika Junaidi Nur mengatakan, hingga April 2023 pihaknya masih melakukan penyaluran, karena adanya penambahan data sekitar 3.500 KPM. Sehingga dari total awal KPM sebanyak 12.964 kini menjadi 16.500.

“Tambahannya hampir 4000-an KPM, dari keseluruhan itu masih bertambah sampai Kamis minggu kemarin sebanyak tujuh (KPM). Kalau dihitung, sudah sebulan penyaluran berjalan sejak dimulai pada Maret lalu,” kata Junaidi di Timika, Kamis (13/4/2023).

Sementara untuk progres penyaluran di dalam kota presentasenya saat ini sudah mencapai 81 persen, sedangkan di luar kota Mimika (6 distrik pesisir dan 4 distrik pegunungan) sudah 45 persen.

“6 distrik (pesisir) kami sudah lakukan penyaluran secara simbolis yang dihadiri perwakilan Dinas Sosial, Tokoh adat, kepala distrik, tokoh masyarakat, kepala kampung, aparat kepolisian dan bagian tata pemerintahan Kabupaten Mimika, untuk 4 distrik pegunungan belum, masih ada di kita,” ujarnya.

Khusus distrik wilayah pesisir, bantuan sosial diberikan kepada kepala distrik yang nantinya disalurkan melalui kepala kampung.

“Kalau secara total progres penyaluran di Mimika masih diangka 66 persen. Masih ada 4000 KPM yang belum tersalurkan, tetapi ini masuk beberapa di pesisir dan pegunungan. Sementara, di dalam kota yang masih kemungkinan dibayarkan sekitar 1.300 KPM,” terangnya.

Ia mengatakan batas waktu penyaluran atau dinyatakan gagal bayar bantuan sosial tersebut adalah 20 April 2023, atau sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Batas waktu tersebut, kata dia, merupakan yang terlama lantaran diperpanjang hingga satu bulan.

“Usaha yang kami lakukan (agar seluruh bansos tersalurkan) itu kami intens (menghubungi) pendamping PKH-nya untuk mencari KPM, selain itu memakai sosial media,” ucapnya.

Namun, menurut tren kebiasaan dalam penyaluran bansos di Mimika, kata Junaidi, setiap tahunnya akan ada sebesar 2 hingga 3 miliar rupiah yang gagal bayar, dan dana tersebut dikembalikan ke Kementerian Sosial.

Karena itu, bagi masyarakat yang belum mengambil bantuan tetapi namanya terdaftar sebagai penerima, bisa segera mendatangi Kantor Pos.

Nilai total bantuan yang disalurkan oleh PT Pos Cabang Mimika Rp11 miliar, yang terbagi menjadi dua yakni Bantuan Sembako sebesar Rp9.823.200.000 dan PKH Rp1.188.300.000.

Data KPM Mimika dibandingkan pada tahun 2022 mengalami penurunan, pada saat itu Mimika tercatat mendapat alokasi bantuan sebanyak 20.000 KPM, sementara pada tahun 2023 ini total hanya 16.534.

penulis : Fachruddin Aji

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *