Ternak Babi Korban ASF di Mimika Capai Ribuan Ekor

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Sabelina Fitriani. (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Sabelina Fitriani. (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)

TIMIKA | Ternak babi yang mati akibat virus African Swine Fever (ASF) di Kabupaten Mimika mencapai jumlah memprihatinkan, yakni sudah sebanyak 1.091 ekor.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Sabelina Fitrani menyebut, data sebanyak 1.091 ekor babi yang mati berdasarkan laporan yang diterima dinas dari empat distrik yang ada di Mimika, Distrik Mimika Baru, Wania, Kwamki Narama dan Kuala Kencana.

“Khusus di Kwamki Narama dan Kuala Kencana, ini masih berupa spot (titik) kecil, tapi sudah masuk,” kata Sabelina saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (15/2/2024).

Sabelina mengungungkapkan sejauh ini di dua wilayah awal yakni Mimika Baru dan Wania, terjadi penambahan titik peternakan yang terserang virus ASF.

“Harapannya ini sudah puncak, karena (angka kematian ternak) sudah 1.000 lebih, mungkin yang tidak dilaporkan lebih dari itu,” tuturnya.

Langkah pencegahan yang dilakukan oleh dinas, kata Sabelina, masih sama dengan yang beberapa waktu dilakukan, yakni pemberian gratis disinfektan, serum ScoVet, vitamin dan vaksin Hog Cholera, baik mode suntik maupun yang dicampur makanan. Kemudian pihaknya menyampaikan imbauan ke masyarakat untuk mengubur bangkai ternak babi.

“Diharapkan masyarakat tidak membuang bangkai babi di sungai, karena itu akan terus membuat virus menyebar dan tidak akan selesai. Virus juga tidak akan mati kalau masyarakat masih membuang di tempat sembarangan,” harapnya.

Berkaitan dengan penguburan ternak babi yang mati, Pemkab Mimika dalam hal ini Disnakkeswan telah menyiapkan lokasi penguburan. Peternak hanya tinggal menghubungi petugas dinas kapan peternak ingin menguburkan bangkai ternaknya.

Ditanya soal kapan kira-kira wabah ASF akan berakhir, Sabelina menekankan hal itu bisa terjadi apabila peternak di daerah yang masih zona hijau menjaga ternak babi mereka dengan cara terus menerapkan penyemprotan kandang menggunakan disinfektan serta memberikan serum ScoVet, vitamin dan vaksin Hog Cholera yang diberikan gratis oleh dinas.

“Seperti Kuala Kencana, Mimika Timur maupun Kwamki Narama (Kuala dan Kwamki Narama ada titik), harus betul-betul menjaga babinya. Kemudian saran kita untuk terus penyuntikan serum. Saya melihat masyarakat sudah berkurang (permintaan serum), apakah mereka putus asa? Tapi untuk yang (ternak babi-nya) masih sehat harus ambil serum dan kita siapkan vaksin Hog Cholera juga, untuk upaya peningkatan anti bodi,” paparnya.

Ia menekankan, bagi peternak yang babi-nya masih sehat, diharapkan melakukan penyuntikan serum dan vaksin Hog Cholera.

“Mudah-mudahan (vitamin yang disiapkan dinas) dalam satu atau dua hari ini sudah datang yah, jarena kita kehabisan stok. Saya harapkan masyarakat yang babi-nya masih sehat bisa melakukan penyuntikan,” tandasnya.

penulis : Fachruddin Aji

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *