Ini Kriteria Pelatih Persipura Jayapura, Eduard Ivakdalam?

Manajer Persipura Jayapura Yan Parmenas Mandenas. (Foto: Vidi/Seputarpapua)
Manajer Persipura Jayapura Yan Parmenas Mandenas. (Foto: Vidi/Seputarpapua)

JAYAPURA | Manajer Persipura Jayapura Yan Parmenas Mandenas membeberkan kriteria pelatih yang akan dipercayakan menangani Persipura Jayapura untuk musim 2022/2023 pada kompetisi Liga 2 Indonesia.

Namun pelatih yang akan direkrut ini masih dirahasiakan, hingga diputuskan pada minggu depan usai rapat internal pengurus dan manajemen Persipura Jayapura.

“Saya baru bicara dengan Pak Ketua Umum untuk nanti minggu depan rencananya rapat pengurus dengan manajemen. Setelah rapat, kita panggil semua pemain untuk kumpul kembali dan mendorong untuk bagaimana kriteria pelatih yang akan kita rekrut kedepan dan diputuskan bersama-sama,” kata Manajer Persipura Yan Mandenas usai rapat bersama Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano, Selasa (20/4/2022).

“Jadi yang jelas kita akan cari pelatih yang memenuhi kriteria dan mampu mengembalikan mental pemain semua dan kemudian mampu mengembalikan eksistensi Persipura dengan kualitas permainan yang lebih baik,” tambahnya.

Meski banyaknya rumor bahwa Eduard Ivakdalam dinilai cocok menangani Persipura Jayapura, karena selain memiliki lisensi kepelatihan A AFC yang diinisiasi oleh PSSI.

Eks kapten Persipura ini juga merupakan pelatih yang membawa tim PON Papua meraih medali emas serta dalam regulasi kompetisi Liga 2 tak diperbolehkan ditangani oleh pelatih asing.

“Pelatih ini harus mampu memotivasi para pemain karena anak-anak kita ini hanya perlu motivasi saja. Selama ini kita melihat mereka kurang motivasi dan sensitif down. Dan yang perlu saya sampaikan bahwa Persipura terdegradasi ini bukan karena pemain dan pelatih tidak berhasil, semua sudah berhasil berjuang dan manajemen juga berhasil mempertahankan tim ini untuk bertahan di Liga 1,” ujarnya.

“Tetap saya pikir usulan masyarakat akan masuk dalam kriteria kita, tapi kedepan akan kita putuskan mana yang cocok untuk menjadi pelatih. Tentunya nanti dengan manajemen akan bicarakan dengan pengurus untuk memutuskan yang mana yang terbaik untuk tim karena manajemen berpikir akan mengembalikan tim ke Liga 1 dengan komposisi yang terbaik, baik dari pelatih tapi juga pemainnya,” tambahnya.

Politisi partai Gerindra ini juga mengaku adanya sanksi pengurangan poin itu sangat merugikan tim Persipura Jayapura yang harus terdegradasi ke Liga 2.

“Kalau PSSI itu professional dan tidak mengorbankan tim dengan memberikan sanksi pengurangan poin, Persipura mungkin tidak turun ke Liga 2. Pasti mereka akan tetap bertahan di Liga 1. Tapi ini kan sepak bola Indonesia jadi segala kemungkinan bisa terjadi, sehingga Persipura mengalami kerugian seperti ini,” ujarnya.

“Tapi kita tetap tunduk dan mengikuti aturan PSSI, tetapi kita tetap menyurati dengan meminta klarifikasi-klarifikasi untuk menyelidiki indikasi faktor-faktor non teknis yang merugikan tim Persipura. Sehingga nanti kedepan ada proses pembelajaran bagi persepakbolaan Indonesia agar lebih profesional dan mengedepankan sportivitas. Tidak melalukan faktor-faktor non teknis karena ada indikasi kepentingan-kepentingan tertentu. Dan Persipura ini salah satu tim besar di Indonesia Timur, kalau Persipura tidak ada Liga 1 tidak terlalu seksi. Kalau ada Persipura akan lebih seksi dan berkualitas untuk di tonton,” tandasnya.

 

reporter : Vidi
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.