Jaga Kesehatan, Stok Obat Malaria di Mimika Hanya Sampai Kamis

TIMIKA | Stok Obat Anti Malaria (OAM) di Kabupaten Mimika mulai menipis. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Reynold Ubra mengatakan stok obat malaria diperkirakan hanya mampu bertahan sampai hari Kamis.

Dimana, hingga hari ini, stok obat Malaria hanya tersisa 400 strip (blister).

Reynold menjelaskan tingkat kasus Malaria di Timika tahun ini sebenarnya sudah menurun, namun ada persoalan yakni tingkat kepatuhan pasien dalam menghabiskan obat yang belum maksimal.

“Obat malaria banyak keluar dan diberikan oleh pasien namun obat tersebut tidak dihabiskan akhirnya tidak lama kembali alami sakit malaria,” jelas Reynold Ubra ketika diwawancarai di Halaman Kantor Pupem, Senin (30/5/2022).

Reynold mengungkapkan pasien wajib untuk menghabiskan obat malaria yang diberikan sehingga tidak mudah kambuh atau terserang malaria lagi.

“Kalau pasien tidak patuh (minum obat) dari rata-rata kasus 250-300 perhari dari seluruh fasilitas kesehatan di Mimika, hanya 30 persen yang patuh, berarti ada berapa banyak obat yang menggagur di rumah? Mari kita kali dalam seminggu, sebulan dan setahun, berapa ratus ribu obat yang ada di rumah?,” katanya.

Sehingga, untuk menanggulangi agar tidak terjadi kekosongan obat malaria di Timika, Dinkes berencana meminjam obat ke kabupaten lain.

“Nanti kita pinjam ke kabupaten lain, karena obat Malaria itu kan dikirim dari pemerintah pusat melalui program nasional kepada daerah lewat Provinsi, nanti juga dosis yang diberikan ke pasien akan tetap sama,” katanya.

Dijelaskan obat Malaria adalah obat Impor sehingga setiap daerah hanya mendapatkan pengiriman dalam jumlah terbatas.

“Saat ini pabriknya belum membuat obat karena masalah bahan baku, mungkin akhir tahun baru buat,” jelasnya.

Selain meminjam ke kabupaten lain, untuk menanggulangi menipisnya stok obat malaria, permintaan obat Malaria sekarang harus diajukan ke Dinkes bahkan lagi ke Puskesmas.

“Ini agar Dinkes bisa mengawasi jumlah pendistribusian obat dan tingkat kesembuhan serta kepatuhan minum obat,” Pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.