Kemendikbud Komitmen Memajukan Ekosistem Pendidikan di Indonesia

JAKARTA | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkomitmen memajukan ekosistem pendidikan di Indonesia yang lebih baik dengan melahirkan agen-agen perubahan yang berpusat kepada murid.

Komitmen ini ditandai dengan peluncuran program Guru Penggerak pada Jumat 3 Juli 2020.

Program ini sendiri, berpijak pada filosofi Ki Hajar Dewantara yang menghadirkan tiga kata kunci perlu diterapkan bagi seorang guru, yaitu teladan, motivasi, dan berdaya atau merdeka.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril mengatakan, program guru penggerak dituntut untuk berfokus pada pedagogi. Serta berpusat pada murid dan pengembangan holistik.

“Guru penggerak ini dengan suci hati mendekati sang anak, tidak untuk meminta sesuatu hak, namun untuk berhamba pada sang anak,” demikian disampaikan Iwan pada Bincang Sore melalui pres release yang diterima seputarpapua.com, Kamis (16/7).

Analogi berhamba ini, kata Iwan adalah betul-betul totalitas. Dimana apa yang diberikan oleh guru sebagai pendidik dan semua penggiat yang ada dalam ekosistem pendidikan, berfokus kepada bagaimana melayani anak.

“Inilah sebenarnya yang kita inginkan dari seluruh guru di Indonesia, seperti pesan Ki Hajar yaitu berpusat kepada murid,” kata Iwan.

Oleh itu, guru penggerak dituntut dapat menjadi teladan, serta bisa memotivasi. Sehingga menguatkan kemampuan untuk memberdayakan murid.

“Ini yang kita maksud sesuai dengan yang dipesankan oleh Bapak Pendidikan kita. Tumbuh kembang secara holistik yaitu jalan secara cipta, rasa, dan karsa. Tajam pikirannya lalu kemudian halus rasanya, lalu kuat dan sehat jasmaninya,” ujar Iwan.

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.