Lahan Penguburan Bangkai Babi Ditutup, Disnakkeswan Mimika Ingatkan Peternak tak Buang di Sungai

Tampak bangkai hewan ternak babi diduga mati akibat vurus ASF dibuang orang tak dikenal di kali atau aliran sungai di Mimika, Papua Tengah. (Foto: Ist)
Tampak bangkai hewan ternak babi diduga mati akibat vurus ASF dibuang orang tak dikenal di kali atau aliran sungai di Mimika, Papua Tengah. (Foto: Ist)

TIMIKA | Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, mengimbau para peternak yang hewan babinya mati akibat demam babi Afrika atau virus African Swine Fever (ASF) agar sementara waktu dapat menguburkan bangkai babi di lahan pribadi.

Sabelina mengungkapkan, imbauan yang disampaikan pihaknya lantaran lokasi penguburan bangkai babi yang disedikan Pemkab Mimika di area Logpon SP VI, kini tak lagi bisa menampung bangkai babi dan telah ditutup.

“Lokasi penguburan bangkai di lokasi Pemkab Mimika di SP 6 sudah ditutup, jadi kami masih cari lagi lokasi yang lain,” kata Sabelina saat dikonfirmasi media ini terkait beredarnya video maupun foto-foto adanya warga yang membuang bangkai babi di kali atau aliran sungai, Sabtu (2/3/2024).

“Untuk sementara bangkai ternak babi dikubur di lahan masing-masing, sambil menunggu lokasi penguburan baru dari Pemda Mimika,” imbuhnya.

Dalam sebuah video amatir berdurasi 33 detik yang tersebar di media sosial, terlihat beberapa ekor bangkai babi dibuang orang tak dikenal di aliran sungai.

Padahal, beberapa waktu lalu Sabelina sudah menegaskan agar tidak ada bangkai yang dibuang di kali atau aliran sungai guna mencegah penyebaran virus ASF.

“(ASF) ini sangat kuat, dimana penularannya sangat cepat, karena bisa menempel pada pakaian manusia. Selain itu lewat lalat atau burung. Maka dari itu bangkai harus dikubur,” jelasnya.

penulis : Fachruddin Aji

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *