Lokasi Penguburan Bangkai Ternak Babi Ditutup

Ilustrasi
Ilustrasi

TIMIKA | Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Mimika

agar peternak tidak membuang bangkai babi sembarangan.

Kadisnakkeswan drh. Sabelina Fitriani mengatakan pihaknya telah memberikan imbauan terkait penguburan bangkai babi yang mati akibat terjanfkit virus African Swine Fever (ASF) agar secara mandiri menguburkan bangkai babi.

“Sudah ada imbauan sejak awal bulan lewat Whatsapp grup, gereja dan kepala-kepala kampung,” ujarnya saat dihubungi Seputarpapua.com pada Jumat (19/4/2024).

Ia juga mengatakan, lokasi penguburan bangkai babi yang terjangkit ASF di Iwaka telah ditutup per 15 April 2024, sehingga peternak diminta untuk menguburkan bangkai babi yang mati secara mandiri.

dr. Sabelina melanjutkan, kasus ASF di Mimika saat ini terpantau menurun seiring menurunya juga populasi babi di Mimika.

“Kasus ASF trennya sudah menurun karena secara popolulasi (babi) juga sdh menurun 60 persen,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada bangkai babi yang sengaja dibuang bersebelahan dengan Tempat Pembuangan Sampah Sementara(TPS) di Jalan Solter Elmas tembusan Jalan Budi Utomo Ujung meresahkan warga sekitar karena bau yang menyengat.

penulis : Fachruddin Aji
editor : Iba

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan