OPM Tuding Aparat Keamanan Lakukan Operasi Militer Besar-besaran di Papua

Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom

TIMIKA | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) menuding aparat keamanan melakukan operasi militer dengan mengirim pasukan ke wilayah Paniai, Nduga, Yahukimo, Intan Jaya, Oksibil dan sejumlah wilayah lainnya di Papua.

Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyebut, otoritas militer Indonesia saat ini sedang melakukan operasi besar-besaran menggunakan jalur darat, perairan dan udara untuk mengejar pasukan TPNPB Paniai dibawah pimpinan Matius Gobai.

“Menajemen Markas Pusat Komnas TPNPB telah menerima laporan dari lapangan, penggunaan senjata dan alustita perang tidak seimbang dalam medan pertempuran di Paniai, Nduga, Yahukimo, Intan Jaya, Oksibil dan sejumlah wilayah lainnya di Papua yang selama ini menjadi daerah operasi militer dalam melakukan pengejaran terhadap TPNPB di medan perang,” kata Sebby dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Rabu (17/4/2024).

Lebih lanjut, dengan adanya pengerahan alutista yang tidak seimbang itu, pihaknya meminta pemerintah dan militer Indonesia untuk segera melaporkan penggunaan senjata dan alutsista perang selama konflik bersenjata terjadi di Papua.

“Laporan ini (penggunaan alutista) sangat penting guna menjauhi jatuhnya korban bagi warga sipil yang tinggal di wilayah zona merah,” jelasnya.

Sebby mengatakan, operasi besar-besaran yang dilakukan otoritas militer Indonesia terjadi setelah TPNPB Paniai melakukan penembakan terhadap Danramil 1703-04/Aradide, Letda Inf Oktovianus Sogalrey, pada 10 April 2024 di Jalan Pasir Putih menuju Aradide, Paniai.

“Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB meminta agar operasi militer Indonesia di Paniai, Nduga, Yahukimo, Intan Jaya, Oksibil dan wilayah-wilayah konflik bersenjata antara militer Indonesia dan TPNPB di Papua, untuk tunduk dibawah hukum humaniter internasional dan menjamin keamanan bagi warga sipil agar terhindar dari jatuhnya korban jiwa bagi warga sipil dan harta benda,” tandasnya.

penulis : Fachruddin Aji
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

37 Komentar

  1. Jopel

    Penyakit.. gerombolan lu memangnya tidak bunuh masyarakat sipil? Orang Papua juga kalian bunuh. L.O.L

    • Odi.phr
      Jopel

      Emang udh seharusnya kalian yg bikin onar dimatiin

      • Supendi
        Odi.phr

        Teruskankan operasi militer agar masyarakat Papua merasa aman. OPM enyahlah dari bumi Papua

  2. Efendi

    Kemarin teriak2 ngajak perang, di kejar TNI sekarang merengek, jadi takut, dasar Juru bicara klas Banci, harus nya di Bantai habis saja.

  3. Nanang

    Justru sebby sambom ini yg harus di lenyapkan terlebih dahulu, supaya tdk ada provokasi sana sini.

  4. renal

    haha ciut ketakutan d bantai nih si OPM…kemarin loh bunuh2 tentara sama warga sipil…modar ajah loh sebby sambom si licik

    • Sutrimanto
      renal

      Orang tinggal dihutan mau merdeka gak pantes

      • harno
        Sutrimanto

        ngajak perang giliran dijabani malah merengek minta alutista didata.ini memang anjing yg cuma bisa megonggong

  5. Edy sutrisno

    Lnjt bpk pang5 hajar manusia2 alas opm dak ada gunanya mereka dipapua.jng ngurus monyet2 ham.klo perlu hajar sekali bw ke alas.jng takut dng jabatan.

  6. Ulung

    Trus Lo OPM maunya dibiarin gitu bikin onar d Papua menembaki orang yg ga bersalah?

  7. Mr.x

    Sabby sambom tai anjing lu,.
    Dasar penghianat negara

    Keparat kau

  8. Dodi

    Suka2 lah,mau besar2an mau kecil2an juga,NKRI harus berantas pemberontak,itu kewajiaban TNI dan wajib hukumnya

  9. M.yusuf

    Kalo takut jangan cari masalah sama tni

  10. jojon

    Dasar gerombolan kera, tembak saja pak

  11. Troy

    Ngajak perang kok banyak syarat,yg nantang perang siapa…OPM BEGO

  12. Tellekpitik

    Mewek, termehek-mehek…. Kalo TNI mau, kalian udah dibom palm dari dulu, kalian ini masih dianggap warga negara, kembalilah, dan bangun ekonomi papua bersama-sama. Sekarang kalian berlabel OPM lagi, sudah dianggap separatis bersenjata, TNI dan negara manapun menumpas pemberontakan pakai senjata mematikan, tidak tertutup kemungkinan helikopter dan pesawat tempur. Menyerah lah, papua selalu ada di hati kami, kalian adalah saudara kami, kami juga ingin papua tenang, aman, bahagia dan maju perekonomian nya seperti propinsi yang lain.

  13. Tellek pitik

    Mewek, termehek-mehek…. Kalo TNI mau, kalian udah dibom palm dari dulu, kalian ini masih dianggap warga negara, kembalilah, dan bangun ekonomi papua bersama-sama. Sekarang kalian berlabel OPM lagi, sudah dianggap separatis bersenjata, TNI dan negara manapun menumpas pemberontakan pakai senjata mematikan, tidak tertutup kemungkinan helikopter dan pesawat tempur. Menyerah lah, papua selalu ada di hati kami, kalian adalah saudara kami, kami juga ingin papua tenang, aman, bahagia dan maju perekonomian nya seperti propinsi yang lain.

  14. Hendi

    Saya sangat mendukung TNI untuk menggunakan alutsista canggih untuk menghancurkan OPM. Terutama penggunaan drone intai dan drone yg dipasangi bom untuk menghancurkan posisi musuh dan helikopter serang. Kalau perlu, manfaatkan juga panser-panser buatan dalam negeri, sekalian uji balistik…….

  15. Iqbal

    Sekarang mulai bingung…ketakutan

  16. Rohmat

    Dasar Orang JAHAT OPM banyak alasan, udah sikat semua JANGAN sampe tersisa..

  17. Dandaud

    Jangan ajari kami hal yang demikian.
    Selama anda di wilayah NKRI, jangan bikin onar. Atau kami tumpas.

  18. Jeplin modlin

    Takut diaaaaa..katanya mau perang terbuka..😁😁

  19. Fajar

    Juru bicara banci lu… Giliran di kejar kejar merengek sana sini. Giliran lu membunuh aparat TNI/POLRI dan warga sipil ga berani terang terangan, selalu main belakang lu… Lu kalo berani instruksikan pasukan lu perang berhadapan jangan cm berani menembak sambil sembunyi..

  20. Jeplin modlin

    Takut diaaaaa..katanya mau perang terbuka..😁😁

  21. Teddy Soelaksono

    Lebih cepat lebih baik

  22. M. Yasin

    OPM hrs digenocide semua.TNI hrs berani mengambil keputusan demi keamanan negara. Mslh HAM belakangan.HAM bisanya hanya koar2 saja.Bissmillah….TNI POLRI dlm lindungan Alloh Swt.

  23. Aris Darmuji

    Gempur tuntas opm, hiraukan komnas ham

  24. Yana iriana

    Sdh waktu seperti itu, Krn selalu merorong wibawa pemerintah NKRI dan keselamatan warga sipil yg ada

  25. Nandang S

    OPM itu gk tau apa Yach…. sejarah Indonesia waktu di jajah oleh berbagai negara yg perlengkapan persenjataanNya canggih di lawan pake “Bambu Runcing”bangsa Indonesia gk ngeluh ke PBB masalah persenjataan…..eeehhh ini OPM teriak2x yg kataNya ngajak perang Ama NKRI yg kataNya gk imbang masalah persenjataan….ala maaakkk…..

  26. naila57297@gmail.com

    Bravo TNI NKRI harga mati,basmi pembrontak opm dan sebi sambon

  27. Krishna

    SI MONYET SEBBY INI HARUS DIBUNUH DULU,TIADA AMPUN BUAT OPM

  28. Sinos

    Ya biar aja to,kalian juga biadab kok mau pakai bom pesawat juga g papa kok aneh

  29. Welem Dakalelang

    Tidak boleh ada Negara dalam negara satu kata Lenyapkan tentara papua merdeka dari bumi Negara Kesatuan Republik Indonesia TNI Penjaga kesatuan dan keutuhan NKRI basmi yg mengaku sebagai Tentara OPM sampai akar akarnya

  30. Rajo Lampung

    Memang KKB harus segera di musnahkan sampai ke akar-akarnya, TNI Polri jgn gubris KOMNASHAM. Ratakan serata-ratanya KKB perusak kesatuan Republik Indonesia tercinta

  31. Purn

    Dasar mulut besar, triak sana sini minta tolong.. Dulu ngajak perang terbuka begitu betul-betul perang merengek. Kau buat namamu tpnpb. Brti kau menganggap kalian itu tentara bukan kriminal jdi sudah bisa dilaksanakan oprasi meliter. Mau pakai alutsista atau tdk itu terserah pemerintah.

  32. Seto

    Kam pny perjuangan itu tidak manusiawi, Krn kamu bunuh siapa saja tanpa mengenal hukum kasih,.. sekarang giliran TNI melakukan operasi militer untuk pengamanan kamu alasan lagi dgn warga sipil nanti jadi korban,.. yang salah siapa ??? Terus terang kami bingung dgn kalian punya perjuangan yg membunuh siapa saja baik Papua maupun non Papua, semua jadi korban..

Sudah ditampilkan semua