Pajak Air Tanah di Mimika Ditarget Rp5 Miliar, Terbesar dari Freeport

Area PT. Freeport Indonesia

TIMIKA | Pendapatan yang bersumber dari pajak air tanah di Kabupaten Mimika, Papua Tengah tahun 2022 ini ditarget Rp5 miliar.

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah melalui Kepala Bidang Pajak, Joel Luhukay menjelaskan, untuk pajak air tanah secara keseluruhan ditarget Rp5 miliar.

Sampai 2 November 2022 sudah terrealisasi Rp4.362.579.732 atau sama dengan 87,25 persen.

“Kita optimis nanti bisa over target,” kata Joel di kantornya, Senin (7/11/2022).

Dijelaskan, pajak air tanah ini ada dua kategori, yakni dari umum seperti dari laundry, sumber air yang diambil depot, perhotelan, restoran, bar dan usaha-usaha lainnya ditargetkan Rp200 juta.

Satu kategori lainnya adalah dari PT Freeport Indonesia yang ditargetkan Rp4,8 miliar.

“Freeport ini termasuk target pajak air tanah terbesar,” ungkap Joel.

Lebih lanjut kata Joel, menjadi yang terbesar karena pajak air tanah yang dibayarkan sudah termasuk perumahan di kuala kencana dan juga perusahaan-perusahaan freeport.

Ia menambahkan, untuk wilayah Tembagapura tidak ditagih pajak air tanah karena tidak menggunakan air dari dalam tanah.

“Karena di atas pakai air penampungan, jadi kayak air dari sungai yang mereka pakai bukan air tanah yang digali dari bawah tanah,” pungkasnya.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Anya Fatma
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.