Warga Serbu Minyak Goreng Curah di Pasar Sentral Timika, Harga Murah

Suasana operasi pasar minyak goreng curah di Pasar Sentral, Kamis (Kamis (28/4/2022). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Suasana operasi pasar minyak goreng curah di Pasar Sentral, Kamis (Kamis (28/4/2022). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Papua masih melakukan operasi pasar minyak goreng curah di Pasar Sentral Timika, Kamis (28/4/2022).

Sejak dibuka, masyarakat berbondong-bondong datang untuk membeli, tidak hanya kaum wanita namun juga banyak pria pun ikut mengantri untuk membeli.

Mekanisme pembelian, masyarakat mengantri, kemudian membayar kupon lalu menyerahkan ke petugas yang mengisi minyak goreng.

Harga minyak goreng seliter Rp14 ribu dan maksimal pembelian hanya 5 liter per orang.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Selfina Pappang menjelaskan untuk operasi minyak curah ini Disperindag menyiapkan 4 ton liter. Dua ton sudah digunakan untuk operasi minyak goreng saat pasar murah di Eme Neme Yauware, sisa dua ton-nya dilaksanakan di Pasar Sentral.

“Kemarin kami targetnya 4 ton waktu di Eme Neme tapi karena kita mix dengan kemasan premium jadi selesai jadi dua ton kemudian hari m ini sisa dari kuota di Eme Neme Yauware,” jelasnya.

Selfina mengatakan pengaluran minyak goreng ini dibuka untuk umum.

“Jadi ini dibuka untuk umum. Kita melaksanakan ini karena jelang lebaran untuk membantu kebutuhan masyarakat yang akan merayakan hari raya,” ungkapnya.

Sementara itu, Mimika mendapatkan jatah untuk minyak goreng bersubsidi sebanyak 23,4 ton. Namun untuk didistribusikan ke pedagang wajib mendownload aplikasi Smirah.

Untuk memberikan pemahaman kepada pedagang, Disperindag akan melakukan sosialisasi kepada para pedagang di Pasar Sentral juga kepada distributor.

“Jadi penyalurannya harus ke lasar teadisional dengan kios-kios kecil, bukan modern. Sekarang masih menjelang lebaran sehingga kami bantu untuk suplay dulu dnegan kuota yang ada, karena untuk menggunakan aplikasi Smirah prosesnya agak panjang dan memakan waktu,” katanya.

23,4 ton minyak subsidi ini akan terus berlanjut selama pemerintah masih memberikan subsidi.

“Secepatnya kita akan bantu pedagang supaya bisa cepat tersalurkan ke pasaran,” pungkas Selfina.

 

reporter : Kristin Rejang
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.