seputarpapua.com

Biaya Transportasi ke Distrik Hoya Capai Rp100 Juta

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kepala Distrik Hoya, Karel Kum. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Kepala Distrik Hoya, Karel Kum. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Kepala Distrik Hoya, Kabupaten Mimika, Papua, Karel Kum mengatakan, pihaknya masih kesulitan terkait transportasi.

Untuk ke Hoya yang terletak di Pegunungan Mimika itu, satu-satunya alat transportasi yang bisa digunakan adalah helikopter karena lapangan terbang belum selesai dibangun.

“Kami jika harus ke Kota Timika bahkan sebaliknya dari Timika ke Distrik Hoya saya dan kepala-kepala kampung menggunakan dana operasional kantor masing-masing dengan berpatungan membayar biaya transportasi,” katanya kepada media di Timika, Selasa (27/4/2021)

Kata Karel, satu kali terbang harus membayar Rp70 juta hingga Rp80 juta. Pulang perginya Rp100 juta lebih.

Untuk itu, saat kegiatan Musrenbang beberapa waktu lalu, ia sudah memasukkan usulan pengadaan satu unit Coper untuk akomodasi transportasi dari distrik ke kota. Karena menurutnya transportasi merupakan kebutuhan mereka untuk melakukan aktivitas ke kota jika ada keperluan.

“Salah satu yang kami usul juga, program subsidi asian one yang Pemda beli mungkin bisa akses untuk Distrik Hoya,”ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan agar Pemda melanjutkan pembangunan lapangan terbang yang mulai dibangun tahun 2018 dan sudah capai 70 persen sehingga saat ini hanya tinggal 30 persen.

“Lapangan terbang sudah terbentuk badan, alat berat masih ada. Jadi kemaren kami sepakat untuk tahun ini harus masuk, tetapi ada beberapa kegiatan nasional yang menjadi pertimbangan akhirnya kepala kampung dengan saya, kami sepakat beberapa rencana kegiatan distrik dan kampung dialihkan ke lapangan terbang” katanya.

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Mish
Berita Terkait
Baca Juga