BPBD Pastikan Longsor di Wilayah Aroanop dan Sekitarnya Tidak ada Korban Jiwa

LONGSOR | Longsor yang terjadi di lima kampung di Distrik Tembagapura. (Foto: BPBD/SP)
LONGSOR | Longsor yang terjadi di lima kampung di Distrik Tembagapura. (Foto: BPBD/SP)

TIMIKA | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah longsor di lima kampung Distrik Tembagapura.

Kepala BPBD Mimika, Yosias Lossu memastikan bahwa saat ini warga yang terdampak longsor sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Meski demikian, Yosias belum mengetahui sampai kapan warga akan mengungsi. Akan tetapi, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia untuk penanganan selanjutnya.

“Pada musibah tersebut tidak ada korban jiwa, dan masyarakat sudah diungsikan atau dievakuasi ke tempat aman,” kata Yosias saat ditemui di Hotel Grand Mozza Timika, Senin (3/8).

Dari musibah bencana longsor ini, Pemkab Mimika melalui BPBD dan Kepala Distrik Tembagapura Thobias Jawame telah mengirimkan bantuan 100 paket bahan makanan.

Kadistrik Tembagapura Thobias Jawame mengatakan, kejadian longsor di wilayah Tembagapura berada di lima kampung, yakni Kampung Baluni, Jagamin, Ainggogin, Angigin, dan Omponi.

IKLAN-TENGAH-berita

“Wilayah tersebut sering terjadi longsor, termasuk Aroanop,” ujarnya.

Bencana longsor terakhir terjadi pada Jumat (31/7) dini hari sekitar pukul 03.00 WIT.

Hal ini disebabkan hujan deras melanda daerah itu sehingga membuat debit air naik mulai dari kepala air sampai muara di Kampung Omponi, yang membuat beberapa jalan, rumah, dan kandang rusak.

“Kejadian terparah di Kampung Baluni. Dimana, beberapa rumah, kandang babi yang terdampak. Sementara kampung lain juga terdampak, tapi tidak begitu parah. Di peristiwa ini tidak ada korban jiwa,” terangnya.

Dari musibah ini, masyarakat masih trauma, karena saat kejadian ada yang lari masuk hutan untuk menyelamatkan diri.

Karenanya, masyarakat mengharapkan perhatian yang cukup serius dari pemerintah daerah dan beberapa pihak, khususnya menyangkut jembatan.

“Rusaknya jembatan ini, membuat masyarakat kesulitan, karena dari Kampung Jagamin ke Ainggogin dan ke Timika, akses yang bisa dilalui ada jembatan penghubung tersebut,” tuturnya.

“Ditambah lagi dengan rumah warga juga perlu menjadi perhatian, walaupun hanya terkikis saja,” tambahnya.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar