Ini Banyaknya Jatah Pupuk Subsidi untuk Mimika Tahun 2023

Caption: Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultural dan Perkebunan, Kabupaten Mimika Alice Wanma, saat ditemui di Kantornya, Rabu (15/2/2023). (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)
Caption: Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultural dan Perkebunan, Kabupaten Mimika Alice Wanma, saat ditemui di Kantornya, Rabu (15/2/2023). (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)

TIMIKA | Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika, Papua Tengah di tahun 2023 ini mendapat jatah pupuk subsidi jenis NPK dan Urea.

Untuk pupuk jenis NPK ada sebanyak 500 ton, jenis Urea sebanyak 1.221,595 ton yang akan dibagikan ke para petani yang ada di lima distrik, Distrik Iwaka, Mimika Baru, Mimika Timur, Wania dan Kuala Kencana.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika, Alice Wanma mengatakan, jumlah pupuk subsidi yang diberikan berbeda dengan tahun 2021/2022, di mana pada tahun tersebut ada 70 komoditi wajib tanam dengan 6 macam pupuk.

Sementara di tahun 2022/2023 pihaknya hanya mendapatkan 9 komoditi yang terbagi masing-masing 3 komoditi di bidang tanaman pangan, bidang hortikultura, dan bidang perkebunan.

“Beda (jumlah pupuk yang diberikan) karena, kita tahu negara yang menghasilkan bahan baku pupuk atau fosfat ini kan dari Rusia dan Ukraina, nah keduanya masih berperang sampai hari ini, jadi itu mempengaruhi jumlah dan kelangkaan pupuk,” ujar Alice ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (15/2/2023).

Alice menjelaskan tiga komoditi tanam di bidang tanaman pangan yaitu padi, jagung dan kedelai. Kemudian di bidang hortikultura seperti cabe, bawang merah dan bawang putih. Sedangkan bidang perkebunan ada tebu, coklat, kakao dan kopi.

Khusus untuk komoditi jenis bawang merah, pihaknya merencankan revitalisasi tiga kelompok tani yang ada di Kabupaten Mimika, agar kembali menanam bawang merah. Sebab bawang merah merupakan salah satu bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat.

“Kemarin itu (penanaman bawang) terkendala mereka (petani) belum punya rumah jemur. Jadi kami nanti akan buat rumah jemur juga,” tuturnya.

Ia mengaku jatah pupuk yang didapat tidak mencukupi untuk kebutuhan para petani. Maka dari itu pihaknya membuat terobosan dengan melakukan pelatihan pembuatan pupuk organik.

“Tahun kemarin lewat dana otonomi khusus (Otsus), kami sudah latih di enam distrik yang tersebar untuk membuat pupuk organik, seluruh Indonesia juga melakukan hal yang sama,” katanya.

Metode yang diajarkan adalah Bio Saka yang menurut Alice berarti ‘memanfaatkan alam untuk alam’ atau membuat pupuk organik untuk menanam.

Menurut data Sistem Informasi Penyuluh Pertanian (Simluhtan), kata Alice, petani di Kabupaten Mimika yang terdaftar di Kementerian ada sebanyak 393 orang.

Advertisements

 

penulis : Fachruddin Aji
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *