Tanah Luas Tapi Kangkung dan Cabai Sumbang Inflasi di Mimika

Ilustrasi
Ilustrasi

TIMIKA | Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob mengatakan sejak pandemi Covid 19 tahun 2020, Mimika sempat mengalami inflasi 4,11 persen.

Saat ini, disaat Covid 19 mulai menurun, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) tercatat inflasi di Mimika masih lebih tinggi dari Jayapura dan Merauke.

Salah satu yang menyebabkan inflasi di Mimika karena beberapa komoditi pertanian dan perkebunan didatangkan dari luar Mimika.

“Yang lebih lucu lagi, meskipun dengan tanah yang luas, salah satu penyebab inflasi yang mencapai 0,2 persen itu cabai, karena cabai ini semua didatangkan dari luar,” kata Wakil Bupati di Kampung Mulia Kencana SP 7, Jumat (11/6/2021).

Selain itu wortel dan kangkung juga menjadi penyumbang inflasi.

Sesuai data dari Bank Indonesia, komoditas penyebab utama inflasi di Mimika adalah kangkung dengan kontribusi 0,8 persen, kemudian disusul cabe rawit 0,7 persen.

“Ternyata kangkung kita ini mungkin kurang enak kah sampai harus mereka datangkan dari tempat lain. Ini yang menyebabkan inflasi di kita,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Wabup pihaknya sudah membentuk tim pengawasan inflasi daerah bersama dengan BPS dan Bank Indonesia.

“Kita sedang berusaha menekan inflasi supaya tidak boleh terjadi lagi impor dari luar, karena tanah besar, hasil pertanian belum luas, masa kita harus datangkan dari luar sehingga menyebabkan harga di sini tinggi,” ungkapnya.

reporter : Kristin Rejang
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.