10 Tahun Menanti, Pasutri di Mimika Berangkat Haji dari Hasil Berkebun

10 Tahun Menanti, Pasutri di Mimika Berangkat Haji dari Hasil Berkebun
Isnania dan Muhammad Masse’ saat mengikuti manasik haji. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

“Saya daftar dari tahun 2013,” begitu ungkapan perempuan berkerudung hitam saat ditemui disela-sela waktunya mengikuti manasik haji.

Ya, dia adalah Isnania, perempuan berusia 52 tahun yang datang bersama suaminya, Kamis (11/1/2024), mengikuti manasik haji untuk pertama kalinya yang digelar Kantor Kementerian Agama Mimika berkerjasama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di salah satu hotel di Mimika.

Keduanya sehari-hari bekerja sebagai petani dengan menanam sayuran di kebun miliknya di Jalan Amungsa Indah, Kawasan Waker, Kampung Minabua, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah.

Isnania dan suaminya Muhammad Masse’ juga sempat pindah dan berkebun di Kabupaten Yahukimo, tetapi karena gangguan keamanan, keduanya kembali ke Mimika.

“Kita lanjut berkebun disini, di dekat Jembatan Waker,” kata Isnania yang sebelum ikut manasik, masih harus mengambil sayur dari kebun.

Ia bercerita, pendapatan dari berkebun yang dijalaninya bersama suaminya itu bisa Rp300 ribu sehari. Sayuran yang dihasilkan dari kebun dijual di pasar.

“Hasil kebun saya kumpul sedikit demi sedikit, Alhamdulillah bisa cukup untuk berangkat haji,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Bersyukur keduanya tidak harus membayar sewa rumah yang ditinggali di Jalan Hasanudin, Lorong SMA Negeri 6, sehingga bisa lebih sering mengumpulkan uang untuk berangkat haji.

Selain berangkat haji, hasil dari berkebun juga dipakai untuk menyekolahkan bahkan sampai tiga anaknya selesai kuliah.

Ibu lima anak ini mengungkapkan, ia bisa masuk dalam daftar jemaah calon haji tidak hanya dari hasil kerjanya saja, tetapi juga karena berkah dari Allah yang memampukan.

Selain itu, dia juga melaksanakan amalan-amalan yang diyakini sangat membantu dia dan suami bisa berangkat haji di tahun 2024 ini.

“Salat tahajud, salat hajat, itu kuncinya. Yang pertama juga itu niat,” ungkapnya.

Suaminya, Muhammad Masse’ mengungkapkan rasa syukur tak terhingga, karena setelah penantian sejak tahun 2013 akhirnya bisa berangkat haji.

“Kita bersyukur sudah ada nama keluar mau berangkat ke tanah suci,” ungkapnya haru.

penulis : Anya Fatma

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *