Bupati Mimika: Tidak ada Lapangan Kerja, Lulusan S1-S2 Bergabung dengan OPM

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
SAMBUTAN | Bupati Mimika Eltinus Omaleng saat memberikan sambutan ketika membuka pelatihan hukum ketenagakerjaan di Timika. (Foto: Anya Fatma/SeputarPapua)
SAMBUTAN | Bupati Mimika Eltinus Omaleng saat memberikan sambutan ketika membuka pelatihan hukum ketenagakerjaan di Timika. (Foto: Anya Fatma/SeputarPapua)

TIMIKA | Bupati Mimika, Papua, Eltinus Omaleng mengungkapkan masih banyak orang asli Papua yang menganggur setelah menempuh pendidikan pada perguruan tinggi hingga ke luar negeri.

Menurutnya, kini tidak ada sama sekali kesempatan untuk para lulusan sarjana dan magister ini untuk mendapatkan pekerjaan.

“Indonesia harus perhatikan itu. Kalau tidak ada lapangan kerja, maka ada tembak-tembak, mereka bergabung dengan OPM,” katanya kepada Dirjen PHI dan Jaminan Sosial, Kementerian Tenaga Kerja, Retno Isnaningsih saat membuka pelatihan hukum ketenagakerjaan di Hotel Horison Diana, Timika, Selasa (8/3/2021).

Menurutnya, hal ini kini terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Nduga dan Puncak. Dimana banyak anak-anak lulusan S1 dan S2, bahkan yang putus sekolah bergabung.

“Putus sekolah, pulang sekolah S1 S2 tidak ada lapangan kerja. Sekarang terjadi di Intan Jaya, Nduga, Puncak. Pemerintah, Pengusaha, Freeport tidak pernah beri kesempatan anak-anak putra daerah,” ungkapnya.

Menurutnya, alasan anak-anak asli Papua tidak bisa mendapatkan pekerjaan karena posisi-posisi yang seharusnya diisi oleh mereka sudah diisi oleh orang lain.

“Orang-orang lain dari sana datang. Cara-cara begini, tidak ada berikan kesempatan untuk anak-anak Papua, kotaknya itu mereka isi,” kata Bupati.

Kepada Dirjen Retno, Bupati Mimika dua periode ini mengungkapkan ada ribuan anak Papua yang menempuh pendidikan ke luar negeri, seperti di Amerika, Eropa ke Uni Soviet.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga