Bupati Nabire Tolak Eksplorasi Pertambangan Blok Wabu

Bupati Nabire Tolak Eksplorasi Pertambangan Blok Wabu
Bupati Kabupaten Nabire, Mesak Magai (Foto: Ist)

NABIRE | Bupati Kabupaten Nabire, Mesak Magai menyampaikan pernyataan sikap untuk menolak eksplorasi pertambangan Blok Wabu di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Pernyataan sikap bupati Nabire itu dinyatakan melalui cuitan video singkat berdurasi 5.28 menit yang beredar di Sosial Media (Sosmed) pada, Senin (22/1/2024).

Masak menegaskan, potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Blok Wabu dan daerah lain di Papua seharusnya dikelola oleh masyarakat setempat untuk dinikmati sendiri.

“Saya harapkan supaya kita semua pejabat, lindungi potensi tersebut, supaya masyarakat kita ini sampai anak cucu pun tidak akan habis cepat. Biarkan kasih kebebasan kepada (masyarakat) ambil tambang itu dengan cara manual mereka dengan tenaga mereka,” tuturnya, mengutip cuitan video yang diterjemahkan, Selasa (23/1/2024).

Mesak mendesak kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Papua Tengah untuk tidak memberikan izin ekploitasi kepada perusahaan kapitalis yang masuk di Blok Wabu.

“Kita semua harus lindungi dan selamatkan potensi ini untuk masyarakat kita nikmati ya,” imbuhnya.

Karena, sambung Mesak, pada 2022 dirinya bertemu dengan seseorang (tidak disebutkan nama) di Jakarta dan menjelaskan bahwa, dari Jakarta sekelompok orang sedang membidik untuk mau masuk perusahaan tambang Blok Wabu di Intan Jaya.

Kemudian pada September 2022 dirinya bertemu dengan pejabat tinggi PT. Freeport Indonesia di Timika dan mengungkapkan bahwa potensi kekayaan alam Blok Wabu di Intan Jaya.

“Potensi kekayaan Blok Wabu dengan Tembagapura ini berbeda. Potensi kekayaan Tembagapura baik itu emas, tembaga, nikel dan sebagainya ada dibawah tanah. Sehingga operasi digunakan peralatan besar dan canggih, tidak seperti Blok Wabu,” ungkap Mesak.

Advertisements

Namun potensi kekayaan alam blok wabu yang meliputi emas, tembaga, nikel sangat melimpah dan luarbiasa, sehingga jika eksploitasi menggunakan alat canggih maka dalam jangka waktu 25 tahun kandungan tambang di lokasi tersebut akan habis.

“Tetapi saya mau sampaikan kepada warga masyarakat Papua Tengah, bahkan juga kepada pejabat dari delapan Kabupaten maupun pejabat provinsi Papua Tengah bahwa, Blok Wabu ini benar-benar Tuhan titipkan untuk masyarakat kita nikmati,” tuturnya.

“Oleh sebab itu, ini titipan Tuhan untuk anak cucu kita makan, ambil potensi kekayaan itu,” kata dia.

Untuk itu, ia berharap kepada seluruh pejabat Kabupaten maupun Provinsi Papua Tengah untuk melindungi potensi kekayaan yang bada di Papua Tengah.

“Supaya masyarakat kita ini sampai anak cucu-cucu pun tidak akan habis cepat. Biarlah kasih kebebasan kepada mereka ambil tambang itu dengan cara manual mereka dengan tenaga mereka,” harap Mesak.

penulis : Christian Degei
editor : Wan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan