seputarpapua.com

Ini Jawaban YPMAK Terkait Tuntutan Keluarga Korban Pencabulan di Sekolah Taruna Papua

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
ORASI | Direktur Utama YPMAK, Vebian Magal berorasi menenangkan massa dari pihak keluarga korban kasus pencabulan dan kekerasan oknum pembina Sekolah Asrama Taruna Papua, Senin (15/3/2021). (Foto: Yonri/ Seputarpapua)
ORASI | Direktur Utama YPMAK, Vebian Magal berorasi menenangkan massa dari pihak keluarga korban kasus pencabulan dan kekerasan oknum pembina Sekolah Asrama Taruna Papua, Senin (15/3/2021). (Foto: Yonri/ Seputarpapua)

TIMIKA | Direktur Utama Yayasan Pengembangan Amungme dan Kamoro (YPMAK), Vebian Magal menjawab tuntutan keluarga korban kasus pencabulan dan kekerasan terhadap 25 anak di Sekolah berpola Asrama Taruna Papua, Timika beberapa waktu lalu.

Untuk point pertama, yakni hentikan sementara waktu aktivitas di Asrama Taruna Papua, Vebian menyampaikan pihaknya tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut lantaran saat ini para siswa tengah memasuki masa ujian.

“Itu tidak bisa kami penuhi, karena sekarang anak-anak lagi ujian,” terang Vebian saat ditemui di MPCC, Rabu (24/3/2021).

Sedangkan terkait point yang meminta YPMAK menghentikan kerjasama dengan Yayasan Pendidikan Lokon. Hal tersebut tidak dapat dipenuhi karena perlu diadakan evaluasi terhadap mitra kerja.

“Itu kemitraan yang terjadi antar lembaga, jadi butuh evaluasi. Nanti bulan April mendatang, tanggal 21 baru dievaluasi,” tekannya.

Keluarga korban juga meminta YPMAK memfasilitasi para korban untuk menjalani pemulihan mental. Hal itu, menurut Vebian sedang dilaksanakan.

“Kami menggandeng beberapa lembaga termasuk gereja dan profesional untuk terlibat dalam pendampingan yang sementara sedang berjalan,” imbuhnya.

Untuk tuntutan hukuman berat terhadap pelaku, menurut Vebian, pihaknya sudah sejak awal menyerahkannya kasus ini kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Mimika. Untuk itu, Vebian berharap seluruh keluarga korban bersabar menunggu proses yang sedang berjalan ini.

“Untuk hal ini, semua butuh kerjasama. Baik Pemerintah, keluarga, pihak korban semua itu butuh kerjasama untuk tuntaskan,” jelasnya.

Berita Terkait
Baca Juga