seputarpapua.com

Jenazah Guru Ditembak Masih di Beoga, Kapolres Puncak Sebut Situasi Kondusif

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Pj Kapolres Puncak, Kompol I Nyoman Punia. Foto: Dok/Seputarpapua

TIMIKA | Pj Kapolres Puncak, Papua, Kompol I Nyoman Punia mengatakan, situasi keamanan di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua mulai kondusif pasca aksi penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap seorang guru, Oktovianus Rayo (43).

Meski demikian hingga Jumat (9/4/2021) jenazah Oktovianus Rayo, ditembak Kamis (8/4/2021) belum dievakuasi ke Timika.

Kapolres menyebut, jenazah Almarhum Oktovianus Rayo belum dievakuasi karena faktor cuaca.

“Informasi terakhir saya terima masih kondusif di Beoga untuk sampai saat ini ya, belum ada lagi hal-hal yang menonjol,” kata saat diwawancarai Seputarpapua.com melalui sambungan telepon, Jumat sore.

Ia mengatakan, evakuasi jenazah ke Timika kemungkinan dilakukan, Sabtu (10/4/2021).

“Jenazah masih di Beoga, belum kita evakuasi. Kemungkinan besok kalau cuaca bagus,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya bersama pemerintah setempat akan berupaya sesegera mungkin melakukan evakuasi terhadap jenazah korban dari Beoga menuju Timika.

Pasca peristiwa penembakan guru Oktovianus Rayo, Kompol I Nyoman menjelaskan, KKB sekitar pukul 14.00 WIT kembali melakukan aksi pembakaran terhadap gedung SD Jambul, SMP Negeri 1, dan SMA 1 Beoga serta rumah guru.

Namun hingga kini jajaran Polres Puncak belum bisa menjangkau lokasi untuk melakukan olah TKP lantaran terkendala jarak dan medan yang sulit.

” (Gedung sekolah, red) rata dengan tanah dibakar, tapi kami belum bisa olah TKP. Diduga (dibakar) kelompok KKB yang ada di sana, saya juga tidak bisa memastikan siapa, karena kita belum tahu pasti siapa kelompok itu. Diduga kelompok KKB,” ungkapnya.

Sebelumnya warga sipil di lingkup kerukunan Ikatan Keluarga Toraja (IKT) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak mengamankan diri ke Koramil.

Ketua IKT Kabupaten Puncak, Mulianto, mengatakan warganya kini diamankan sementara ke Koramil dan Puskesmas di Milawak, ibu kota Distrik Beoga.

“Warga IKT yang di Beoga sementara diamankan di ibu kota kecamatan/Distrik Beoga, ada perumahan Koramil dan perumahan Puskesmas di sana,” katanya kepada Seputarpapua, Jumat pagi.

Mulianto terus memantau situasi warganya dan telah menerima informasi jika situasi keamanan di Beoga berangsur mulai kondusif. Namun, mayoritas warga masih trauma menyusul penembakan pada Kamis.

“Iya, keadaan sudah mulai pulih meskipun memang (warga) masih trauma,” jelas Pong Rama, sapaan karib Mulianto.

 

Reporter: Saldi
Editor: Misba
Berita Terkait
Baca Juga