Karyawan-Karyawati periode 2021-2026 Disahkan, Direktur Lemasa Tepis Isu-isu

FOTO | Direktur Eksekutif Lemasa saat foto bersama dengan karyawan-karyawati Lemasa. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)
FOTO | Direktur Eksekutif Lemasa saat foto bersama dengan karyawan-karyawati Lemasa. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)

TIMIKA | Direktur Eksekutif Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) Stingal Johnny Beanal, pada Sabtu (23/4/2022) melakukan pengangkatan dan pengesahan karyawan-karyawati Lemasa periode 2021-2026.

Hal ini berdasarkan SK Direktur Eksekutif Lemasa nomor 010/SK/PK-LEMASA/TMK/IX/2021 tentang pengangkatan karyawan-karyawati Lemasa periode 2021-2026.

Kegiatan dipusatkan di Hotel Horison Diana Timika, dihadiri Ketua Amungme Neisorei Yoel Beanal dan Wakil Amungme Neisorei Lemasa Dom Kum.

Di Lemasa sendiri terdapat 4 Kepala Biro, yakni Biro Administrasi dan Umum, Adat dan Budaya, Keuangan, serta Biro  Monitoring.

Direktur Eksekutif Lemasa, Stingal Johnny Beanal dalam sambutannya mengatakan, terkait dengan pembagian SK pengangkatan dan pengesahan karyawan-karyawati ini seharusnya dilakukan awal April kemarin, namun karena banyak kegiatan, maka baru sekarang dilakukan. Pihaknya memohon maaf karena ada keterlambatan.

“Ini momen yang tepat untuk melakukan pelantikan, walaupun banyak yang bilang Sabtu itu hari libur. Namun, SK ini penting karena sebagai legalitas dalam  pelaksanaan tugas dan tanggungjawab kelembagaan,” katanya.

Kata dia, walaupun pemberian SK pengangkatan dan pengesahan ini terlambat, namun karyawan-karyawati Lemasa tetap solid. Karenanya pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh karyawan-karyawati Lemasa.

“Ini semua merupakan ujian yang harus dijalani dengan banyaknya konflik dan isu-isu dengan niat untuk memecah belah terhadap keutuhan Suku Amungme dan kelembagaan adat Lemasa, yang dilakukan oleh oknum Suku Amungme,” katanya.

Oleh sebab itu, untuk memantapkan pelaksanaan tugas dari para karyawan-karyawati Lemasa, maka selain ada SK pengangkatan dan pengesahan, mereka juga harus menandatangani surat kontrak kerja.

Pada surat kontrak kerja tersebut dijelaskan secara detail, apa itu tugas, tanggungjawab, kewajiban dan hak yang harus dikerjakan maupun didapatkan. Termasuk sanksi-sanksi yang bisa diberikan apabila melanggar ketentuan kontrak atau sesuai dengan AD/ART Lemasa.

“Tidak hanya diangkat saja, tapi kami juga bisa memberhentikan karyawan-karyawati yang melanggar aturan-aturan dari lembaga adat,” ungkapnya.

*Tanggapi Isu yang Berkembang di Luar Lemasa*

Direktur Eksekutif Lemasa juga mengeluarkan peryataan sikap pimpinan tertinggi Lemasa menyikapi situasi dan kondisi yang sedang terjadi di luar kelembagaan adat Lemasa di Kabupaten Mimika-Papua oleh oknum Suku Amungme yang menyebut diri mandatori Torei Negel Lemasa.

Dimana, John Beanal sapaan akrabnya mengatakan, atas nama Lemasa ingin menyampaikan dan menegaskan beberapa hal, terkait isu-isu yang terjadi di luar Lemasa dan itu merupakan pembohongan publik.  Khususnya menyangkut masalah kelembagaan adat Lemasa yang terdiri dari 12 wilayah adat.

Pembohongan publik yang dimaksud adalah bahwa ada oknum orang Amungme yang mengatasnamakan Torei Negel Lemasa. Padahal, jabatan tersebut (Torei Negel) melekat pada diri pribadi. Apalagi jabatan tersebut diberikan oleh masyarakat Suku Amungme melalui 12 wilayah adat sesuai dengan perjuangan, pengabdian, serta memperjuangkan dan mengangkat harga diri orang Amungme di wilayah adat Amungsa.

“Karenanya, tidak bisa kita dengan seenaknya mengaku diri sebagai mandatori Torei Negel. Kalau memang ada masalah atau terkait legalitas tertulis kepada yang bersangkutan, untuk memberitahu secara resmi mandatori tersebut kepada masyarakat Suku Amungme secara professional. Serta tanpa bukti tersebut jangan melakukan pembohongan publik dengan isu-isu yang tidak bertanggungjawab,” tuturnya.

Pimpinan tertinggi mengharapkan, apabila ada hal-hal yang menyangkut adat, mari bicara di honai (Lemasa). Jangan berkoar-koar dengan Isu yang tidak benar.

Lanjutnya, jangan dengan adanya kepentingan pribadi, kelompok tertentu, politik praktis sehingga  menggiring masyarakat adat untuk melakukan pembohongan publik.

Apalagi selaku Direktur Eksekutif Lemasa yang cukup lama mengabdi, kurang lebih 13 tahun, Tom Beanal tidak atau belum pernah menunjuk dan memberikan mandat kepada oknum Suku Amungme siapapun.

“Oleh sebab itu, saya selaku Direktur Eksekutif Lemasa mengimbau kepada masyarakat Amungme untuk tidak termakan isu yang tidak benar yang sengaja dilakukan oleh oknum Suku Amungme,” ujarnya.

reporter : Mujiono
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.