Kementerian Kominfo Bantah Sebut Media Dipakai OPM untuk Propaganda

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kementerian Kominfo melabeli tuduhan media dipakai OPM untuk propaganda sebagai disinformasi.
Kementerian Kominfo melabeli tuduhan media dipakai OPM untuk propaganda sebagai disinformasi.

TIMIKA | Kementerian Komunikasi dan Informatika membantah telah mengeluarkan pernyataan yang menyebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) menggunakan pemberitaan media untuk membangun opini publik dan propaganda.

Sanggahan itu menyusul beredarnya pernyataan mengatasnamakan Menkominfo Johnny G. Plate dalam sebuah info grafis, dan juga narasi melalui WhatsApp dengan menyematkan tautan kominfo.go.id yang seolah-olah dikeluarkan lembaga resmi negara tersebut.

Mirisnya lagi, narasi tak berdasar itu malah dikutip sejumlah media tanpa konfirmasi lebih lanjut. Beberapa media online yang jelas diragukan kredibilitasnya kemudian menghapus berita tersebut.

Faktanya, Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi menyatakan bahwa Menkominfo Johnny G. Plate tidak pernah membuat pernyataan seperti dalam infografis yang beredar.

“Kementerian Kominfo juga tidak pernah membuat infografis tersebut,” tegas Dedy sebagaimana dikutip dari laman resmi Kominfo, Kamis 25 Februari 2021.

Kementerian Kominfo kemudian melabeli kekeliruan informasi yang tidak dapat dibenarkan tersebut sebagai ‘disinformasi’. Pelabelan disinformasi setelah klarifikasi langsung oleh Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi.

Sebuah narasi menyebut: ‘kebrutalan KKB sengaja diciptakan untuk membangun opini publik dan tentunya memanfaatkan pemberitaan melalui oknum media propaganda demi meraup keuntungan untuk media itu sendiri tanpa memikirkan dampaknya terhadap masyarakat di Papua dan Indonesia pada umumnya’.

Tidak hanya itu, narasi tersebut menyertakan daftar media yang dituduh dipakai KKB/OPM untuk propaganda situasi Papua. Di antara media itu termasuk seputarpapua.com, bbc.com, aljazeera.com, hingga media resmi milik Pemerintah Amerika Serikat perwakilan Indonesia, voaindonesia.com.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga
Dapatkan Notifikasi ?    Ya Nanti