Pelaku Pelempar Bom Molotov Ternyata Korban Penipuan Aplikasi MiChat

BARANG | Kepolisian menunjukkan barang bukti kasus bom molotov di Timika. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
BARANG | Kepolisian menunjukkan barang bukti kasus bom molotov di Timika. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | MS, pelaku yang kini ditetapkan tersangka kasus pelemparan bom molotov di halaman warga Jalan Malaria Control, Mimika, Papua, ternyata merupakan korban penipuan pada aplikasi MiChat.

Hal ini di ungkapkan Kepala Satuan Reskrim (Kasatreskrim) Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar dalam jumpa pers yang diadakan di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Jalan Cenderawasih, Jumat (10/12/2021).

Tersangka yang sebelumnya ditangkap di Jalan Belibis, Kota Timika itu, kini ditahan di Rutan Polres Mimika untuk pertanggungjawabkan perbuatannya.

Dijelaskan, dari hasil interogasi, MS awalnya menghubungi diduga perempuan melalui aplikasi MiChat untuk berkencan.

“Tersangka menghubungi perempuan untuk melakukan hubungan badan melalui MiChat,” kata Kasatreskrim.

Selanjutnya, dari komunikasi yang dilakukan melalui MiChat, tersangka kemudian beberapa kali mengirim sejumlah uang sebesar lebih dari Rp2 juta.

“Namun setelah itu tidak ada respon, dalam arti yang bersangkutan ditipu,” jelas Iptu Bertu.

Kesal karena merasa ditipu, tersangka kemudian berkeliling Kota Timika untuk mencari yang diduga perempuan tersebut.

“Kemudian tersangka cari perempuan di kota Timika sampai menunggu di depan kos pelangi. Menunggu satu setengah jam, tidak kunjung ketemu,” terangnya.

“Dikarenakan kesal, tersangka mengambil toples Nescafe diisi bensin diberi sumbu plastik putih, kemudian datang lagi ke TKP melempar mobil,” sambungnya.

Tersangka mengira mobil yang diparkir di depan rumah itu adalah mobil milik perempuan di aplikasi MiChat.

Bahkan, pemilik mobil itu sendiri yang bernama Putri (korban), mengaku tidak memiliki masalah dengan tersangka, bahkan tidak saling mengenal.

“Tersangka akan melempar bungkusan seperti bom molotov, korban berteriak dan dia (pelaku) kaget, (benda seperti bom molotov) pecah di jalan tidak sempat dilempar,” ungkap Bertu.

Kata Kasatreskrim, MS sudah biasa menghubungi perempuan di aplikasi MiChat dan baru kali itu ditipu.

“Kita pastikan memang perbuatan terjadi akibat kekesalan tersangka,” katanya.

Kasatreskrim pun meyakini bahwa diduga perempuan yang berkomunikasi dengan tersangka di aplikasi MiChat, hanyalah modus untuk melakukan penipuan.

“Bisa dipastikan itu tidak ada perempuannya, kemungkinan ini modus penipuan,” ungkapnya.

Terkait dengan bom molotov yang dibuat tersangka, awalnya dicurigai aksi teror menjelang Desember. Namun kecurigaan itu ternyata tidak benar.

“Yang asumsi teroris, orang tidak bertanggungjawab itu, terbantahkan, bahwa modusnya ini jelas karena kekesalan tersangka,” pungkasnya.

reporter : Anya Fatma
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.