Reynold: 11 Persen Orang Tanpa Gejala di Mimika Terkonfirmasi Positif Covid-19

Temukan 18 Kasus DBD, Dinkes Mimika Minta Masyarakat Lakukan 3M
Reynold Ubra

TIMIKA | Orang yang terpapar virus corona baru atau Covid-19 tidak selalu menunjukkan gejala klinis. Sejumlah kasus bahkan tidak disertai gejala sama sekali.

Di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, ditemukan sekitar 11 persen orang tanpa gejala (OTG) ternyata terkonfirmasi positif Covid-19 melalui uji sampel real time PCR.

Sementara status orang dalam pemantauan (ODP) juga 11 persen terkonfirmasi positif Covid-19. Sisahnya mereka yang memang dengan gejala sehingga ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengatakan, jumlah OTG yang terkonfirmasi positif di angka 11 persen terbilang cukup tinggi.

“Ini angka yang sangat tinggi. Baik OTG maupun ODP mempunyai peluang yang sama untuk dinyatakan positif Covid-19,” katanya di Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, Sabtu (23/5).

Kondisi ini, menurutnya, memberikan peringatan bahwa siapa pun bisa saling mencurigai. Semua orang berpeluang bisa saling menularkan dan ditularkan.

“Siapa pun di sekitar kita, baik saudara, teman, bahkan orang tua, kita bisa saling mencurigai. Apalagi yang belum mengetahui statusnya melalui pemeriksaan cepat anti bodi,” katanya.

Orang yang telah terpapar namun tidak menunjukkan gejala sama sekali, dianggap justru paling berbahaya karena bisa menularkan kepada lebih banyak orang tanpa disadari.

Reynold menggambarkan, jika misalnya ada 10 OTG yang belum terjaring contact tracing datang di pasar. Lalu sekitar 1.000 orang datang di pasar dalam waktu bersamaan.

“Kita bisa hitung berapa banyak orang akan terpapar jika tidak menjalankan protokol kesehatan. Tarulah sekitar 100 orang di situ bisa terpapar hanya dalam sehari,” kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Reynold, kebijakan Pemerintah Kabupaten Mimika menerapkan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) adalah langkah untuk menghentikan penularan.

“Di dunia mana pun, semua orang diminta untuk tetap tinggal di rumah. Jika memang harus keluar karena kepentingan mendesak, maka wajib gunakan masker,” imbuhnya.

Menurutnya, virus corona sebenarnya bisa dicegah dengan sangat mudah bilamana benar-benar konsisten. Tetap menjaga jarak fisik, memakai masker, tidak menyentuh wajah sebelum cuci tangan pakai sabun.

“Saya saja dari awal sudah melakukan enam kali rapid test dan hasilnya negatif. Kata kuncinya sederhana: meski pun kami bekerja di luar, tapi tetap menjaga jarak, pakai masker, dan mencuci tangan,” pungkasnya.

Reporter: Sevianto
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar