Ribka Haluk Ajak Masyarakat Papua Tengah Manfaatkan Lahan untuk Pertanian

Pj Gubernur Papua Tengah
Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk dalam kegiatan penyerahan bantuan kepada kelompok tani dan pedagang asli Papua di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Jumat (2/2/2024).Foto: Dok Humas Pemprov Papua Tengah

NABIRE | Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk mengajak masyarakat di Papua Tengah untuk hidup produktif dengan banyaknya potensi sumber daya alam terutama pertanian yang dimiliki.

Ribka mengatakan, sumber daya alam di Papua sangatlah mumpuni. Sehingga tanah Papua, khususnya di Papua Tengah, sudah seharusnya bisa memiliki lumbung pertanian sendiri dengan adanya lahan yang begitu luas.

“Kita tidak boleh membiarkan lahan kita tidur. Mari kita garap, agar kita tidak lagi mengharapkan sumber bahan pokok dari luar Papua Tengah,” kata Ribka Haluk usai penyerahan bantuan kepada kelompok tani dan pedagang di Nabire, Kamis (2/2/2024).

Ia berharap seluruh masyarakat di Provinsi Papua Tengah bisa bekerja keras dan menekuni apa yang selama ini menjadi pekerjaan sehari-hari.

Selain itu, ia juga akan memerintahkan seluruh jajarannya untuk mendukung setiap usaha yang dilakukan dan dimiliki oleh masyarakat.

Ribka bercerita, ketika menjelang Natal 2023 ia mengecek harga cabai di pasarana. Saat itu harganya melambung tinggi, lantaran cabai yang dijual di pasar berasal dari luar Papua Tengah.

“Sebenarnya ini tidak boleh terjadi. Kita punya lahan yang luas, mari kita garap agar kita tidak ketergantungan bahan pokok sehari-hari dari pulau Jawa,” katanya.

“Ayo kita buat gerakan bersama dari sektor pertanian, mulai dari menanam sayur-sayuran di pekarangan rumah. Uang itu tidak boleh lagi keluar, harus berputar di daerah, sehingga inflasi bisa ditekan,” sambungnya.

Bahkan Ribka menyebut komoditi unggulan sektor pertanian dari Papua Tengah seperti misalnya kopi Moanemani dan kopi Paniai. Ia sangat menginginkan pertanian kopi itu kembali hidupkan, lantaran potensi sangat baik untuk menghidupkan perekonomian masyarakat.

“Saya heran, ketika kita menyajikan kopi untuk tamu dari luar, yang disajikan kopi dari luar. Padahal kita punya kopi unggulan yang namanya sudah besar, yaitu kopi Moanemani. Nah, ini ada apa?” tanya Ribka.

“Saya ingin kita terus meningkatkan komoditi unggulan kita, sehingga dengan begitu, hadirnya provinsi baru ini benar-benar dirasakan masyarakat dengan meningkatnya kesejahteraan,” jelasnya.

Pj Gubernur Ribka Haluk mempertanyakan minimnya keberadaan kopi Moanemani di Papua Tengah. Padahal kopi Moanemani sudah memiliki nama besar dan cukup terkenal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *