Secercah Harapan Pedagang Sapu Lidi di Bulan Ramadhan

La Hamidu memikul sapu lidi yang dijualnya di depan Masjid Babussalam, Timika, Kamis (7/4/2022). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
La Hamidu memikul sapu lidi yang dijualnya di depan Masjid Babussalam, Timika, Kamis (7/4/2022). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

Cuaca Timika nampak mendung pada sore hari, Kamis (7/4/2022). Di depan Masjid Babussalam nampak ramai oleh deretan penjual takjil.

Aneka jajanan khas berbuka puasa dijual membuat tempat itu ramai dikunjungi pembeli di sore hari.

Di tengah hiruk pikuk kendaraan dan ramainya pengunjung yang membeli takjil, tampak seorang pria paruh baya berambut putih ditutupi topi coklat kehitaman dan memakai masker.

Tangan sebelah kanannya memegang beberapa ikat sapu sembari dipikul di pundaknya, dan tangan kirinya memegang plastik berisi kue, sedang mondar-mandir sendirian.

“Sapu lidi, sepuluh ribu saja,” sahut pria tersebut dengan suara yang terdengar kecil.

Pria tersebut bernama La Hamidu. Ia setiap hari berprofesi sebagai penjual sapu lidi.

“Sapu biasa saya bawa 30-40 ikat, kadang habis, tapi lebih sering sisa, karena laku kadang hanya 30 ribu,” katanya.

La Hamidu tinggal di Timika bersama dua anak dan istrinya. Anak-anaknya sudah besar dan kini berprofesi sebagai tukang ojek.

“Yah meski sudah tua tapi harus bisa kerja karena untuk keperluan rumah tangga,” ujarnya.

La Hamidu sudah berjualan sapu lidi selama satu tahun. Sebelumnya ia berdagang cakar bongkar, namun karena sudah sepi akhirnya tidak bisa meneruskan usaha tersebut dan beralih menjadi pedagang sapu lidi.

Melihat banyak orang yang membeli takjil, ternyata terbesit keinginannya juga untuk bisa menikmati menu-menu takjil tersebut. Namun La Hamidu hanya bisa memanjakan mata tabpa bisa membeli.

Syukur, sore itu, La Hamidu bisa diberikan kesempatan untuk menikmati takjil yang dijual lewat orang yang berbaik hati dan berbagi takjil untuknya.

“Takjil yang ini (sambil menunjuk plastik di tangan kirinya) saya dikasih sama orang, yah kalau saya tidak bisa beli takjil, buka puasa asal bisa makan saja sudah bersyukur,” katanya.

La Hamidu tetap semangat menjalankan puasa, meskipun harus berjalan keliling kota Timika untuk berjualan. Baginya pahala dari Allah adalah hal yang paling ia rindukan.

“Mudah-mudahan dapat pahala yang baik, di bulan suci ini, berkah datang dari Allah di bulan ramadhan ini,” harapnya.

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.