Seorang Warga Kwamki Narama Dilumpuhkan Anggota Pakai Peluru Karet

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata. (Foto: Saldi Hermnto/Seputarpapua)
Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata. (Foto: Saldi Hermnto/Seputarpapua)

TIMIKA | Seorang warga bernama Frans Amisim terpaksa dilumpuhkan anggota Brimob menggunakan peluru karet lantaran dianggap mengganggu keamanan di wilayah Kwamki Narama, Mimika, Papua, Sabtu (30/10/2021).

Informasi yang diperoleh Seputarpapua.com, menyebutkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.40 WIT. Seorang warga diduga mengganggu keamanan di Kwamki Narama dengan membawa alat tajam. Tindakan yang bersangkutan kemudian dilaporkan warga lainnya ke pihak kepolisian.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Era Adhinata membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan, yang bersangkutan, Frans Amisim telah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan luka akibat ditembak gunakan peluru karet.

Kejadian berawal dari laporan warga call center 110 terkait warga membawa alat tajam dan mengganggu warga. Laporan itu kemudian direspon oleh petugas Polsek Kwamki Narama.

“Pada saat direspon tiba-tiba yang bersangkutan melawan menggunakan parang mengejar anggota. Anggota tersebut meminta bantuan kepada anggota Brimob yang BKO di sana. Setelah didatangi, tetap melawan menggunakan parang, dikejar,” jelas Kapolres.

Lebih lanjut, karena merasa terancam, anggota Brimob kemudian melepas tembakan peringatan dan melumpuhkan Frans dengan peluru karet, mengenai betis kaki kiri dan tumit kaki kanan.

“Setelah itu kita bawa ke rumah sakit dan sudah dalam perawatan, lukanya tidak parah,” kata Kapolres.

Hal itu dijelaskan Kapolres, aparat kepolisian harus bisa menjamin keamanan masyarakat. Sehingga tindakan yang dilakukan aparat kepolisian tersebut menurut dia sudah sesuai dengan prosedur di lapangan.

“Setelah melakukan tindakan yang persuasif tapi tetap melakukan tindakan perlawanan kepada aparat, kalau tidak dilakukan tindakan tegas akan menimbulkan hal yang lebih fatal dari pada itu,” terangnya.

“Dari pihak keluarga sudah memahami, dan masyarakat mendukung tindakan yang dilakukan aparat supaya tidak terjadi gangguan keamanan selanjutnya,” pungkasnya.

Kini, Frans Amisim tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas atas luka tembak peluru karet yang dialami.

Reporter: Saldi
Editor: Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Dua Tahun YPMAK  Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Dua Tahun YPMAK Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Baca Juga