Situasi di Puncak Relatif Kondusif, Kasatgas Ops Damai Cartenz: Tapi Perlu Waspada

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2022, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal. (Foto: Saldi/Seputarpapua)
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2022, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal. (Foto: Saldi/Seputarpapua)

TIMIKA | Situasi keamanan di Kabupaten Puncak, Papua, pasca sejumlah peristiwa kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), kini diklaim relatif kondusif.

Namun, aparat TNI-Polri di daerah itu diminta untuk tetap waspada dengan pergerakan KKB. Terlebih khusus masyarakat setempat, dan lebih khususnya warga pendatang, diminta untuk tetap waspada dalam beraktivitas atau bepergian ke beberapa wilayah yang dianggap rawan di daerah itu.

“Dengan rentetan peristiwa kekerasan yang dilakukan KKB terhadap masyarakat, kami juga sangat prihatin. Kapolres Puncak selalu mengingatkan kepada rekan-rekan kami, warga masyarakat khususnya pendatang, untuk tidak keluar zona di daerah rawan terjadinya kekerasan yang dilakukan KKB,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2022, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal ditemui di Mapolres Mimika, Selasa (31/5/2022).

Aksi kekerasan bahkan teror penembakan terus dilakukan KKB di Kabupaten Puncak dan beberapa kabupaten lainnya di pegunungan tengah Papua. Apalagi pasca tewasnya pentolan KKB dan disusul beberapa anggotanya, rentetan aksi kekerasan intens dilakukan KKB.

“Jadi berapa titik di Kabupaten Puncak, inikan perlu menjadi perhatian dari rekan-rekan. Karena di tiga minggu terakhir, berapa peristiwa yang ada di Puncak ini menjadi atensi,” katanya.

Kamal mengatakan alasan sehingga pihaknya mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dan bepergian ke wilayah-wilayah rawan di Puncak.

Ketika warga bepergian atau beraktivitas pada wilayah yang dimaksud, kemudian terjadi tindakan kekerasan oleh KKB, maka peristiwa itu tidak terpantau oleh aparat, meski patroli secara intens terus dilakukan personel TNI-Polri, namun KKB selalu mencari kesempatan melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat ketika tidak terdapat aparat keamanan di wilayah yang dimaksud.

“Mungkin tidak terpantau oleh rekan-rekan kami di lapangan, ini yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia dan luka-luka,” ujarnya.

Terakhir, peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh KKB terhadap warga pendatang terjadi di sekitar Kali Ilame, Kampung Wako, Distrik Gome pada 10 Mei 2022. Seorang supir truk asal Sa’dan, Toraja Utara yang bernama Nober Palintin (31), tewas ditembak KKB dan dibuang di kali. Dua hari kemudian jasad Nober ditemukan warga setempat yang saat membantu aparat melakukan pencarian.

reporter : Saldi
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.