Tiga Tahun OMTOB Pimpin Mimika, John: Ada Pemetaan Siapa Orang Bupati, Siapa Orang Wabup

TIMIKA | Tanggal 6 September 2022, tepat tiga tahun Eltinus Omaleng dan Johannes Rettob atau disebut OMTOB memimpin Kabupaten Mimika sejak dilantik tanggal 6 September 2019.

Plt. Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob saat memberikan arahan dalam apel Gabungan di Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (26/9/2022) mengatakan, banyak hal belum dilakukan selama tiga tahun terakhir. Ini terbukti dari
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mimika baru terealisas 30 persen.

“Saya berharap semua OPD perhatikan ini. Tanggal 6 September lalu, saya coba evaluasi apa yang telah kita lakukan ternyata baru 30 persen dari RPJMD. Uang kita banyak bisa melakukan apa saja seharusnya sudah melebihi itu,” ungkapnya.

Namun, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh pemerintah. John, sapaan akrabnya mengatakan hal ini disebabkan karena pemerintah melakukan pekerjaan tidak sesuai rencana.

“Tidak pernah kita berpikir untuk pelayanan masyarakat. Pemerintahan kita OMTOB sejak satu tahun pertama terus di rongrong oleh kepentingan pribadi dan kelompok. Tahun kedua, politik pecah belah, itu dilakukan oleh kita sendiri. Ada pemetaan, orangnya Bupati siapa Wakil siapa, akhirnya koordinasi putus, terus menghancurkan pemerintahan karena kepentingan,” tuturJohn.

Menurutnya di tahun ke tiga ini, bahkan terjadi proses ‘kudeta’ terhadap kekuasaan OMTOB oleh oknum kelompok yang ingin agar pemerintahan kacau.

“Sekarang ini semua buat Bupati berhalangan sementara bahkan niatnya Wakil Bupati juga berhalangan sementara bahkan tetap. Saya dilaporkan ke mana mana memberikan isu-isu yang miring bahwa saya terlibat didalam berhalang sementaranya Pak Bupati, ini fitnah. Ini ulang oknum yang ingin kekuasaan,” ungkap John.

Ia berharap agar apa yang terjadi tidak lagi terulang, pemerintahan Omtob harus tetap berjalan dengan baik.

“Kita bekerja untuk melayani masyarakat. Mari kita kerja yang baik. Mari dukung Bupati agar seluruh proses bisa berjalan dengan baik dan Omtob bisa berjalan selama lima tahun. Jangan dengar isu-isu yang memojokkan di luar,” ujarnya.

Ia juga berharap kedepannya untuk pembangunan harus dimulai dari kampung ke kota sesuai dengan RPJMD dan visi misi Bupati dan Wakil Bupati.

“2023 kita programkan dari kampung ke kota,” pungkasnya.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.