21.102 Karyawan Freeport Sudah Vaksin, Tanggal 2 September, SDO Dibuka Bertahap

Vice Presiden PT.Freeport Indonesia Bidang Hubungan Pemerintahan, Jonny Lingga saat mengikuti Vaksinasi Covid 19. (Foto:Dok/Seputarpapua)
Vice Presiden PT.Freeport Indonesia Bidang Hubungan Pemerintahan, Jonny Lingga saat mengikuti Vaksinasi Covid 19 (Foto:Dok/Seputarpapua)

TIMIKA | Vice Presiden PT. Freeport Indonesia Bidang Hubungan Pemerintahan, Jonny Lingga menjelaskan cangkupan Vaksinasi per Senin (30/8/2021) di lingkungan Freeport telah mencapai 77,92 persen atau sebanyak 21.102 yang telah menerima Vaksin Dosis pertama dan kedua.

21.102 karyawan tersebut terdiri dari 6.147 atau 22,70 persen vaksin pertama dan 14.955 atau 55,22 persen vaksin kedua.

Capaian tersebut telah melampaui target PTFI yakni 75 persen, Namun, pembatasan tetap akan dibuka secara bertahap dimana Jonny menjelaskan karyawan yang akan naik dan turun tetap harus mematuhi Protokol Kesehatan

“Untuk yang sudah vaksin lengkap tidak antigen kalau ke Timika, kalau baru vaksin pertama tetap antigen,” jelas Jonny Kepada seputarpapua.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (31/8/2021).

Jonny mengatakan meskipun capaian sudah sesuai target, namun pembatasan seperti Shift Day Off (SDO) tidak langsung dibuka.

“Semua dilakukan secara bertahap, belum bisa dikatakan normal. Bakalan tinggi lagi nanti Covid-19 kalau langsung dibuka,” ujarnya.

Sementara itu untuk Kasus Covid 19 di wilayah PTFI saat ini sudah mengalami penurunan.

“Covid-19 belum hilang, masih ada, kasus positif tinggal 19 orang, tiga orang dirawat di rumah sakit Tembagapura,” pungkasnya.

Freeport Keluarkan IOM SDO Mulai Dibuka Tanggal 2 September

Advertisements

PT. Freeport Indonesia juga menerbitkan Interoffice Memorandum (IOM) tertanggal 30 September 2021 tentang Pelonggaran Pembatasan Kegiatan Secara Bertahap di Jobsite dan Layanan SDO.

IOM tersebut menjelaskan bahwa Minggu lalu manajemen telah melihat lebih banyak kemajuan dalam mitigasi COVID-19 di area kerja.

Percepatan vaksinasi dan penerapan
protokol kesehatan yang ketat telah
memungkinkan manajemen untuk melonggarkan pembatasan perjalanan bagi karyawan dan tanggungan yang masih tertahan.

“Kita telah mencapai hasil yang sangat baik dalam program vaksinasi dan selama akhir pekan kita telah melampaui target pertama dengan lebih dari 75 persen dari tenaga kerja kita telah setidaknya menerima dosis pertama,” tulis IOM tersebut.

Target pencapaian berikutnya adalah 75 Persen dari tenaga kerja divaksinasi penuh dan target akhir setidaknya 85 persen divaksinasi penuh.

Dengan keberhasilan melewati target pencapaian ini dan sebagai penghargaan atas upaya untuk sampai ke sana, Manajemen sedang bekerja untuk membuka perjalanan SDO (dengan penerapan protokol yang sama terkait penjagaan jarak sosial dan jumlah bus yang disediakan seperti sebelum wabah terakhir) pada tanggal 2 September 2021 berbeda dari rencana awal yang dijelaskan dalam IOM sebelumnya dimana semestinya baru akan dibuka pada tanggal 6 September.

Advertisements

Untuk mendaftar melalui PIC Perjalanan di departemen untuk dimasukkan ke daftar prioritas perjalanan SDO Matriks perjalanan terbaru akan dirilis oleh OpEx yang akan mencakup semua persyaratan untuk perjalanan SDO, perjalanan Luar Pulau serta perjalanan antara Dataran Tinggi dan Dataran Rendah.

Protokol pengujian (testing) tetap akan mengikuti persyaratan dalam Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tingkat Nasional dan Daerah yang memberikan panduan protokol perjalanan dan pengujian.

Walaupun masih ada persyaratan pengujian SDO yang sama, Manajemen memiliki rencana penurunan dan pelonggaran bertahap untuk pengujian bagi personil yang divaksinasi penuh setelah Manajemen memiliki jaminan bahwa pembukaan kembali SDO tidak menyebabkan peningkatan pesat dalam kasus-kasus COVID-19.

Pihak PTFI perlu mengambil langkah pendekatan yang hati-hati untuk melonggarkan pembatasan perjalanan dan protokol pengujian.

Staf medis PTFI akan memantau indikator utama dari potensi wabah baru. Jika ini menunjukkan tanda-tanda risiko wabah, metode mitigasi sebelumnya akan diterapkan.

Indikator utama yang telah diidentifikasi oleh tim medis adalah:

1. Peningkatan penyakit seperti influenza (ILI) di Jobsite yang dilaporkan dan memenuhi ambang persentase kenaikan.

Advertisements

2. Peningkatan Kasus Positif COVID-19 Aktif di situs yang dilaporkan dan memenuhi ambang persentase kenaikan.

3. Peningkatan tingkat positif kasus COVID-19 baru yang memenuhi ambang batas.

Jika salah satu dari indikator ambang batas ini terpenuhi, Manajemen akan mulai meningkatkan pembatasan untuk memerangi potensi wabah.

Tergantung pada kecepatan wabah, maka mungkin perlu bergerak cepat melalui berbagai pembatasan yang berujung pada penutupan jalan.

Prosesnya akan dikomunikasikan secepat
mungkin kepada tenaga kerja. Di lain pihak, jika tidak ada wabah baru yang terdeteksi, Manajemen akan bekerja untuk secara bertahap melonggarkan pengendalian lain yang ada saat ini.

Berkat dukungan yang Manajemen lihat dari karyawan selama ini, pihak manajemen optimis bahwa semua dapat melanjutkan dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik di Jobsite selama pandemi ini.

“Ingatlah untuk terus mempraktikkan 5M bahkan setelah Anda divaksinasi, karena tingkat perlindungan Anda dari vaksin mencapai tingkat tertingginya dua minggu setelah dosis kedua Anda. Tetap waspada dan jangan lengah! Terima kasih atas pengertian Anda saat kami bekerja untuk membantu memastikan kesehatan dan keselamatan para pekerja kita, keluarga mereka, dan komunitas setempat,” akhir IOM tersebut.

penulis : Kristin Rejang
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan