3.257 Siswa SMA/SMK di Mimika Lulus, Dinas Pendidikan Ingatkan Sekolah tidak Tahan Ijazah

ILUSTRASI | Siswa SMK Mararti didampingi orangtua/wali saat pengumuman kelulusan sekaligus pelepasan siswa. (Foto: Dok SMK Mararti(

TIMIKA, Seputarpapua.com | Sebanyak 3.257 siswa tingkat SMA/SMK di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah yang berasal dari 23 SMK dan 17 SMA, hari ini, Senin (6/5/2024), diumumkan kelulusannya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 1 tahun 2021, untuk ujian nasional dan ujian sekolah ditiadakan, sehingga kelulusan ditentukan oleh sekolah berdasarkan proses belajar mengajar selama tiga tahun. Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Bidang SMP, SMA/SMK pada Dinas Pendidikan Mimika, Manto Ginting, Senin (6/5/2024).

Ia menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu telah membagikan blanko ijazah, sehingga mempermudah sekolah membagikan ijazah kepada siswa yang dinyatakan lulus.

Manto mengingatkan kepada setiap sekolah untuk tidak menahan ijazah siswa dengan alasan apapun. Jika kedapatan ada yang demikian, maka pihaknya akan mengambil langkah tegas.

“Kalau ada yang tahan (ijazah,red) karena siswanya belum selesaikan administrasi sekolah, kalau sekolah negeri saya telusuri dorang (mereka,red), sekolah swasta saya kasih teguran. Sekolah negeri kan sudah gratis. Sekolah swasta, teguran, apakah nanti dipanggil dipertimbangkan izin operasionalnya,” kata Manto.

Manto bahkan mengingatkan agar orangtua/wali siswa dapat melapor jika ijazah anaknya ditahan oleh pihak sekolah. Sebab, jika ada masalah terkait administrasi maka hal itu dapat dicarikan solusinya, tidak harus menghalangi siswa setelah lulus.

“Saya sudah bilang, nanti orangtua lapor. Jangan kita halang-halangi masa depan mereka, mari solusi kita selesaikan bersama-sama. Karena kalau begini, dinas lagi yang di salahkan,” ujarnya.

Ia meminta saat pengumuman hasil kelulusan, para siswa agar ber-euforia secara berlebihan.

“Diharapkan semua sekolah, euforia dari kelulusan ini sudah beda, sehingga dalam pengumuman itu tidak lagi ada euforia yang berlebihan, sehingga mereka (siswa) bawa di jalan, coret sana sini. Lebih bagus mereka konsen untuk mereka lakukan meraih cita-cita baik SMA lanjutkan perguruan tinggi dan SMK masuk dunia usaha dan industri,” pesannya.

Advertisements

Kemudian jika ada siswa yang tidak lulus, Manto menganggap bahwa sekolah tersebut selama tiga tahun belum mampu membina siswa tersebut dengan baik.

penulis : Eci Mnsen
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan