Bawakan Dongeng dan Puisi Berbahasa Kamoro, 2 Murid SD di Mimika Menang Lomba se-Papua

Plh. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Willem Naa saat menyerahkan piagam dari Balai Bahasa Provinsi Papua. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Plh. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Willem Naa saat menyerahkan piagam dari Balai Bahasa Provinsi Papua. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Dua murid Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Mimika mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Papua, dalam rangka revitalisasi bahasa daerah.

Lomba ini diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Papua di Aula Bahasa Provinsi Papua, Koa Jayapura, pada 4 November 2022.

Paulus Teareyauta merupakan murid SD YPPK Santo Yosef Atuka meraih juara 1 lomba bercerita dongeng dalam bahasa daerah. Saat itu, Paulus membawa dongeng dalam bahasa Kamoro.

Sedangkan Matelda Magdalena Henny Mara siswi SD Sempan Barat meraih juara 3 lomba puisi. Matelda dalam lomba itu membacakan puisi dalam bahasa Kamoro.

Dengan hasil yang dicapai itu, Paulus mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan Rp2 juta.

Matelda juga mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan Rp1,5 juta.

Paulus dan Matelda nantinya akan mewakili Provinsi Papua dalam Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Nasional.

Plh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika Willem Naa sangat bangga atas prestasi yang diraih Paulus dan Matelda. Keduanya telah mengharumkan nama Kabupaten Mimika.

“Mereka tampil baik dan cerdas sehingga bisa mendapatkan juara. Nnti mereka ke pusat kami siap mendukung karena ini penting, jadi bagaimana merubah mindset harus bisa bahasa ibu,” kata Willem saat menyerahkan piagam dari Balai Bahasa kepada Paulus dan Matelda di Kantor Dinas Pendidikan, Rabu (16/11/2022).

Willem juga memberikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Papua yang sudah menggelar kegiatan tersebut untuk mengembangkan potensi bahasa daerah lokal.

Menurutnya, saat ini anak-anak asli Amungme dan Kamoro ada yang tidak bisa berbahasa ibu, atau bahasa daerah sendiri. 

“Jadi dengan balai bahasa melaksanakan kegiatan ini untuk membina anak-anak sini, sehingga mereka bisa berbicara dan mengenal terus bahasa daerahnya,” ujar Willem.

Willem menambahkan, untuk bahasa lokal akan diusulkan masuk dalam mata pelajaran khusus.

“Itu nanti saya akan lapor ke bupati bahwa ini penting. Nanti saya siapkan rancangan Perda untuk mata pelajaran ada khusus untuk bahasa lokal yaitu Amungme dan Kamoro,” pungkas Willem.

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.