Empat Kali Ikut Pesparawi, Kabupaten Puncak Pertama Raih Medali Emas di Mimika

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
ETNIK | Penampilan Paduan Suara Etnik Kontingen Kabupaten Puncak. (Foto: Saldi Hermanto/Seputarpapua
ETNIK | Penampilan Paduan Suara Etnik Kontingen Kabupaten Puncak. (Foto: Saldi Hermanto/Seputarpapua

TIMIKA | Kabupaten Puncak sudah mengikuti ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi se Papua sebanyak empat kali.

Ketua LPPD Kabupaten Puncak, Nopi Tabuni mengaku selama tiga kali Pesparawi yang diikuti sebelumnya, belum pernah mendapatkan medali emas.

“Pesparawi sebelumnya Puncak belum pernah mendapatkan emas. Jadi ini pertama kali,” kata Nopi saat diwawancara di Hotel Horison Diana Timika, Jumat (5/11/2021).

Nopi menjelaskan, ada sembilan kategori lomba yang diikuti dengan persiapan hanya dua bulan.

“Pesiapan kurang lebih dua bulan kami boleh latihan dan dari 9 kategori yang kami lombakan, kami mendapat 6 emas dan 3 perak,” kata Nopi.

Dia mengungkapkan bahwa Pesparawi sebelumnya kabupaten Puncak belum pernah mendapat medali emas.

“Baru kali ini kami dapat emas yang banyak. Kami tidak pernah berpikir bisa dapat enam medali emas. Ini luar biasa. Dan ini murni hasil kami,” ungkapnya bahagia.

Nopi mengakui bahwa raihan emas ini tidak terlepas dari mukjizat yang Tuhan berikan.

Dengan capaian luar biasa yang diraih pada Pesparawi XIII ini memberikan semangat baru bagi Kabupaten Puncak.

“Dengan semangat ini kami akan menambah kategori lomba yang akan kami ikuti di Pesparawi kedepannya. Kami akan genapkan 12 kategori,” ucapnya.

#Lomba Paduan Suara Etnik#

Nopi menjelaskan pada Pesparawi XIII ini juga mengikuti kategori lomba Paduan Suara Etnik untuk pertama kalinya. Persiapan latihannya juga selama dua bulan.

Dia mengatakan, lagu yang dinyanyikan ialah dengan gaya dan bahasa daerah yang memiliki arti secara luas bagaimana bersyukur atas penciptaan dan kasih Tuhan.

Dalam penampilan Paduan Suara Etnik ini juga menampilkan bagaimana Tuhan menempatkan umatnya dengan keberagaman yang ada.

“Pada intinya adalah penyebaran Tuhan karena rasa bersyukur Tuhan masih memberikan kehidupan kepada umatnya,” jelas Nopi.

Meskipun baru pertama mengikuti lomba ini, Puncak pada penampilan pertama langsung mendapat emas dengan nilai lebih dari 82.

“Kami bersyukur karena atas pertolongan Tuhan kami boleh dapat emas dalam lomba etnik yang pertama,” pungkasnya.

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Dua Tahun YPMAK  Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Dua Tahun YPMAK Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Baca Juga