Hari Film Nasional ke-71, Kemdikbud: Saatnya Penonton Kembali ke Bioskop

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
FILM | Proses produksi film anak-anak muda di Timika, Sabtu (20/3/2021). (Foto: Ist/Seputarpapua)
FILM | Proses produksi film anak-anak muda di Timika, Sabtu (20/3/2021). (Foto: Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru, Direktorat Jenderal Kebudayaan memperingati Hari Film Nasional ke-71 tanggal 30 Maret 2021.

“Hari Film Nasional merupakan hari bersejarah yang diperingati oleh seluruh masyarakat, yang dapat mendorong lahirnya film-film dengan nilai pendidikan dan budaya yang beragam,” terang Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru, Ahmad Mahendra dalam rilis Kemendikbud, Selasa (30/3/2021).

Oleh karenanya, menurut Mahendra bahwa pemajuan perfilman Indonesia menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia.

Dijelaskan, penetapan 30 Maret sebagai Hari Film Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 tahun 1999, sesuai dengan sejarah pertama kalinya pada 30 Maret 1950 film cerita diproduksi oleh perusahaan Indonesia dan disutradarai oleh orang Indonesia.

Peringatan Hari Film Nasional tahun 2021 kali ini merupakan momentum 100 tahun kelahiran H. Usmar Ismail sebagai tokoh perfilman Indonesia. Oleh karena itu, perayaannya akan lebih semarak dari sebelumnya walaupun masih dalam suasana pandemi Covid-19.

“Serangkaian kegiatan diselenggarakan baik secara daring maupun luring dengan memenuhi protokol kesehatan. Kegiatan yang diinisiasi oleh insan perfilman dan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan rencananya akan terselenggara di beberapa lokasi antara lain Jakarta, Bukit Tingggi, Makasar, Aceh, Tapanuli, Bengkulu dan lain-lain. Dan bersinergi dengan pemerintah daerah, Asosiasi dan komunitas film,” terangnya.

Pelaksanaan pameran Usmar Bukittinggi oleh dalam rangkaian #100tahunUsmarIsmail adalah kegiatan yang menjadi istimewa mengingat ini adalah kali pertama sebuah penyelenggaraan pameran arsip dan kekaryaan Usmar Ismail di tanah kelahirannya.

“Program pameran akan bersinergi dengan pemutaran virtual karya Usmar Ismail di Kinosaurus dan Kineforum Jakarta, juga rangkaian panel diskusi di Makassar yang menghadirkan antara lain Prof Dr Alwi Dahlan, Mira Lesmana, JB Kristanto, Ine Febrianty dan lain lain,” jelasnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga
Dapatkan Notifikasi ?    Ya Nanti